Perundungan di sekolah tidak hanya melukai fisik, tetapi juga meninggalkan trauma yang mendalam. Terlebih jika tindakan tersebut dilakukan oleh anak laki-laki kepada seorang anak perempuan.
Itulah yang dialami Jespriska atau akrab disapa Priska, siswi kelas 5 di salah satu sekolah dasar di Tulang Bawang Tengah. Suatu hari, Priska mengalami peristiwa yang membuatnya takut untuk kembali ke sekolah. Seorang teman laki-laki di kelasnya, Regi, menginjak kaki dan punggungnya hingga ia memar dan kesakitan.
Sejak kejadian itu, rasa takut menyelimuti Priska. Ia khawatir perundungan akan terulang. Bahkan, ia sempat meminta kepada orang tuanya untuk pindah sekolah. Di dalam hatinya, tumbuh kebencian yang membuatnya enggan memaafkan pelaku. “Apa yang sudah dilakukan tidak akan bisa dimaafkan,” begitu pikir Priska saat itu.
Orang tuanya berusaha menenangkan dan mendorongnya untuk tetap bersekolah. Sang ibu, Musriani, juga menghadap wali kelas untuk menyampaikan kejadian tersebut. Perlahan, situasi mulai membaik dan Regi tidak lagi mengganggu. Namun, yang tersulit bagi Priska bukan hanya kembali ke sekolah, tetapi juga mengampuni.
Perubahan mulai terjadi ketika Priska mengikuti pelajaran Content Curriculum Tema 5: Aku Cinta Damai dengan subtema Mengampuni dan Emosi yang Menyertai di sanggar belajar SoL. Dari pelajaran ini, ia belajar bahwa mengampuni memang tidak mudah, tetapi bisa membawa ketenangan hati.
Dengan proses dan dorongan dari guru serta orang tua, Priska memutuskan untuk memaafkan Regi. Ia bahkan mendoakan agar temannya menjadi anak yang lebih baik. Kini, mereka sudah bersalaman sebagai tanda saling memaafkan.
Priska pun kembali ceria, berani datang ke sekolah, dan semangat belajar di sanggar SoL. “Saya bersyukur Priska mau mengampuni, ini semua karena Tuhan yang menggerakkan hatinya,” ujar sang ibu.
Dari kisah ini, Priska mengajarkan bahwa mengampuni bukan berarti melupakan kesalahan, tetapi memilih untuk tidak membiarkan kebencian menguasai hati. Sebuah langkah kecil yang membawa perubahan besar dalam hidupnya.
© Copyright 2024
Obor Berkat