Berbeda dengan Kanker Ovarium, Berikut Gejala dan Penyebab Penyakit Kista Ovarium

Apa itu Kista Ovarium?

Kanker Ovarium merupakan pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di ovarium, organ reproduksi wanita yang menghasilkan sel telur. Kanker ini sering disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya seringkali tidak jelas dan mirip dengan kondisi lain, sehingga seringkali terlambat terdeteksi. Kanker ini paling sering ditemukan pada wanita 50 – 70 tahun.

Sedangkan, Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang tumbuh di ovarium, organ reproduksi wanita yang menghasilkan sel telur. Kista ini cukup umum terjadi pada wanita usia subur, dan seringkali tidak menimbulkan gejala. Fungsi utama dari ovarium adalah memproduksi sel telur dan hormon-hormon penting seperti estrogen dan progesteron.

Gejala Kista Ovarium

Berikut Gejala-gejala yang ditimbulkan dari penyakit Kista Ovarium :

  • Nyeri perut atau panggul, terutama di satu sisi
  • Perut kembung dan terasa penuh
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Mual dan muntah
  • Sulit buang air besar
  • Nyeri punggung bawah
  • Nyeri menstruasi yang tidak biasa
  • Perdarahan di luar menstruasi

Penyebab Kista Ovarium

Munculnya Kista Ovarium dapat disebabkan oleh :

  • Folikel: Kista folikel terbentuk ketika folikel, kantung yang mengandung sel telur, tidak pecah dan terus tumbuh.
  • Korpus luteum: Kista korpus luteum terbentuk ketika kelenjar korpus luteum, yang terbentuk setelah ovulasi, terisi dengan cairan.
  • Endometriosis: Jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim dapat menyebabkan kista endometriosis.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS): PCOS adalah kondisi hormonal yang dapat menyebabkan kista ovarium.
  • Infeksi panggul: Infeksi panggul dapat menyebabkan kista ovarium.
  • Kelainan genetik: Beberapa kelainan genetik dapat meningkatkan risiko kista ovarium.

Faktor Risiko Kista Ovarium:

  • Usia subur
  • Kehamilan
  • Endometriosis
  • PCOS
  • Riwayat keluarga kista ovarium
  • Infertilitas
  • Penggunaan obat kesuburan

Diagnosis dan Pengobatan Kista Ovarium

Kista ovarium biasanya dapat dideteksi dengan pemeriksaan USG. Dokter mungkin juga akan melakukan tes darah dan pemeriksaan fisik. Pengobatan kista ovarium tergantung pada beberapa faktor, termasuk ukuran kista, gejala, dan usia pasien.

Pengobatan kista ovarium dapat meliputi :

  • Observasi: Kista kecil yang tidak menimbulkan gejala biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.
  • Pil KB: Pil KB dapat membantu mencegah pembentukan kista baru.
  • Operasi: Kista yang besar, kista yang berisiko kanker, atau kista yang tidak hilang dengan sendirinya mungkin memerlukan operasi untuk diangkat.

Pencegahan Kista Ovarium

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kista ovarium. Namun, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko, seperti :

  • Menjaga berat badan ideal
  • Makan makanan sehat
  • Berolahraga secara teratur
  • Melakukan pemeriksaan panggul secara rutin

Kesimpulan :

Kista ovarium adalah kondisi yang umum terjadi pada wanita usia subur. Sebagian besar kista ovarium tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya. Namun, beberapa kista dapat menyebabkan gejala dan memerlukan pengobatan. Jika Anda merasakan gejala kista ovarium, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Sumber informasi:

Jawaban.com: https://www.jawaban.com/read/article/id/2024/02/01/10/240201145905/tanda-tanda_gejala_kista_ovarium_ini_wajib_diperhatikan_kaum_hawa

alodokter.com: https://www.alodokter.com/kista-ovarium

halodoc.com: https://www.halodoc.com/kesehatan/kista-ovarium

Share berita baik ini yuk!