Berada di pegunungan Arfak, Yunus pernah memandang sekelilingnya dengan perasaan berat. Bukan karena alamnya yang keras, tetapi karena masa depan anak-anak di kampungnya terasa begitu suram. Banyak anak tumbuh tanpa pendampingan, tanpa pendidikan usia dini, dan tanpa arah yang jelas. “Dulu Arfak seperti tempat yang gelap,” kenangnya. Hingga suatu hari, terang itu mulai menyala.
Terang itu datang melalui PAUD Super5. Bagi Yunus, program ini bukan sekadar menghadirkan sekolah, tetapi membawa harapan baru bagi anak-anak Arfak. Di sinilah anak-anak mulai belajar membaca dan menulis, sekaligus mengenal siapa Tuhan yang menciptakan, melindungi, dan menjaga mereka. Pendidikan bukan hanya soal pelajaran umum, tetapi juga tentang membangun karakter dan iman sejak usia dini.
Keterbatasan tidak menjadi penghalang. Hingga hari ini, PAUD Super5 di Arfak belum memiliki gedung sendiri. Gereja setempat pun disulap menjadi ruang belajar. Mimbar diatur ulang, meja-meja dipindahkan, dan dinding gereja dipenuhi gambar serta karya anak-anak. Setiap tempelan kertas menjadi tanda kehidupan—bahwa di tempat sederhana ini, anak-anak sedang bertumbuh dengan sukacita.
Perjalanan ini juga mengubah Yunus secara pribadi. Ia mengakui bahwa dulu ia sama sekali tidak mengenal teknologi. Laptop terasa asing, Zoom terdengar rumit. Namun melalui pelatihan dan pendampingan dari tim Super5, Yunus memberanikan diri untuk belajar. Perlahan, ia mulai bisa mengikuti pelatihan daring dan mengembangkan kapasitas dirinya sebagai pendidik dan pelayan anak-anak.
Agar sekolah tetap berjalan tanpa memungut biaya, Yunus dan jemaat memilih jalan yang sederhana namun penuh pengorbanan: berkebun. Hasil kebun dijual untuk memenuhi kebutuhan operasional PAUD. “Kalau kita tidak berjuang untuk anak-anak kita, siapa lagi?” ujarnya. Ia percaya, pengorbanan hari ini adalah bekal bagi masa depan generasi Arfak.
Kini, Yunus memandang kampungnya dengan rasa syukur. “Super5 sudah membawa terang ke tempat ini. Sekarang anak-anak kami punya harapan,” katanya pelan. Di pegunungan Arfak, di tengah segala keterbatasan, Tuhan sedang bekerja, melalui langkah-langkah kecil yang setia, dan hati yang mau melayani.
© Copyright 2024
Obor Berkat