Banjir yang melanda Kabupaten Landak baru-baru ini membawa duka mendalam bagi banyak keluarga. Ada lima desa yang terdampak dengan ketinggian air mencapai 3-4 meter. Kejadian yang tidak terduga ini menimbulkan rasa cemas bagi masyarakat setempat.
“Awalnya, air hanya setinggi pinggang, jadi kami naik ke barak di atas rumah. Namun, air terus naik hingga hampir mencapai atap. Dalam ketakutan, saya segera bertindak menyelamatkan anak-anak saya yang masih kecil. Saya menempatkan mereka dalam ember di atas air, sementara saya berenang hampir satu kilometer, mendorong ember menuju perbukitan. Malam itu, saya berjuang sekuat tenaga agar anak-anak saya selamat dari banjir yang begitu deras dan tak terduga. Hingga kini, saya masih merasa sulit menerima kejadian itu,” ungkap seorang ibu dari Desa Angsang, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak.
Kisah ini hanya satu dari banyak cerita memilukan yang terjadi saat banjir bandang melanda Kecamatan Ngabang dan Menyuke. Banyak ibu dan anak-anak masih dicekam rasa takut, bahkan sekadar melihat air. Peristiwa ini telah menghancurkan harta benda mereka dengan kerugian berkisar antara 2 juta hingga 30 Juta rupiah per keluarga. Perabotan rumah, bahan makanan, ternak, dan ladang mereka lenyap dalam sekejap. Banjir yang berlangsung selama sepuluh hari memaksa mereka bertahan dalam ketidakpastian, berharap keadaan segera membaik.
Baca Juga : Perhatikan Hal Ini Saat Memberikan Dukungan Psikologis Korban Bencana!
Seorang ibu dari Desa Darit juga membagikan kisahnya saat banjir ini mulai menenggelamkan rumahnya. Malam itu, ia dan suaminya sempat pasrah dengan kejadian ini. Hal ini karena sang suami tidak ingin pergi mengungsi dan memilih untuk menjaga ternak yang menjadi sumber penghasilan keluarga mereka.
Namun tidak dapat dipungkiri, ada rasa takut yang meliputi anak-anak mereka dan meminta untuk segera mengungsi demi masa depan. Permintaan tersebut menyadarkan sang ibu, sehingga dengan berat hati, ia akhirnya mengungsi bersama anak-anaknya menggunakan perahu desa, meninggalkan suaminya dan segala yang mereka miliki.
Di tengah kesulitan ini, Yayasan Obor Berkat Indonesia hadir menolong keluarga yang terdampak. Sejak akhir bulan Januari hingga 7 Februari kemarin, tim kemanusiaan OBI turun ke lokasi banjir untuk menyalurkan paket sembako, peralatan kebersihan, dan perlengkapan sekolah. Namun, masih ada 300 keluarga dan 200 anak-anak yang membutuhkan dukungan psikososial untuk mengatasi rasa takut dan cemas akibat bencana ini.
Mari bergerak bersama OBI untuk membawa harapan dan semangat bagi mereka yang berjuang menata hidup. untuk membantu mereka bangkit dari kecemasan ini. Setiap bantuan yang kita berikan akan sangat berarti dalam memulihkan kehidupan mereka!
© Copyright 2024
Obor Berkat