Bahaya! Mikroplastik Dapat Menyelinap ke Tubuh Kita
Pernahkah Anda terpikirkan bahwa partikel plastik sekecil serbuk yang hampir tak terlihat bisa menjadi ancaman bagi tubuh? Mikroplastik, potongan plastik berukuran sangat kecil, kini telah menjadi perhatian global karena sangat berpengaruh pada lingkungan dan tubuh manusia.
Apa itu Mikroplastik?
Mikroplastik adalah potongan plastik berukuran kurang dari 5 milimeter. Mereka berasal dari berbagai sumber, seperti serat pakaian sintetis (polyester), ban mobil, wadah makanan dan produk perawatan. Mikroplastik ini sangat sulit terurai dan dapat bertahan di lingkungan selama ratusan tahun.
Dikutip dari Jawaban.com, studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology mengungkapkan bahwa Indonesia berada di peringkat teratas dalam hal konsumsi mikroplastik.
Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Cornell University, AS, ini memetakan penyerapan mikroplastik oleh manusia di 109 negara dari tahun 1990 hingga 2018. Hasilnya menunjukkan bahwa penduduk Indonesia mengonsumsi sekitar 15 gram mikroplastik per bulan, sebagian besar berasal dari makanan laut.
Bahaya Mikroplastik
Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Tubuh Kita?
- Melalui makanan dan minuman: Mikroplastik telah ditemukan dalam makanan laut, garam, air minum kemasan, dan bahkan bir. Sebab ketika kita memanaskan wadah plastik di microwave dapat melepaskan partikel mikroplastik ke makanan.
- Melalui pernapasan: Mikroplastik yang ada di udara dapat kita hirup dan masuk ke dalam paru-paru.
- Melalui kulit: Penggunaan produk perawatan pribadi yang mengandung mikrobeads juga dapat menyebabkan mikroplastik masuk ke dalam tubuh melalui kulit.
Dampak Mikroplastik bagi Kesehatan
- Gangguan sistem pernapasan: Mikroplastik yang terhirup dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, bahkan memicu penyakit seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
- Gangguan pencernaan: Ketika tertelan, mikroplastik dapat menumpuk di saluran pencernaan dan mengganggu proses pencernaan.
- Kerusakan organ: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik dapat masuk ke dalam aliran darah dan organ-organ tubuh lainnya, seperti hati dan ginjal, dan menyebabkan kerusakan.
- Gangguan hormon: Beberapa jenis plastik mengandung zat kimia yang dapat mengganggu sistem endokrin dan menyebabkan masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan gangguan reproduksi.
- Kanker: Meskipun masih perlu penelitian lebih lanjut, ada kekhawatiran bahwa paparan mikroplastik dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terkena kanker.
BACA JUGA : Peringati Hari Plastik Internasional, Kehadiran Eco Bag Jadi Solusi Ramah Lingkungan atau Hanya Gaya Hidup Semata?
Mencegah Paparan Mikroplastik
Meskipun sulit untuk menghindari paparan mikroplastik sepenuhnya, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir risiko:
- Kurangi penggunaan plastik sekali pakai: Gunakan botol minum yang dapat diisi ulang, tas belanja yang terbuat dari bahan alami, dan sedotan stainless steel.
- Pilih produk perawatan pribadi yang bebas dari mikrobeads: Baca label produk dengan cermat sebelum membeli.
- Konsumsi makanan yang sehat: Pilih makanan segar dan hindari makanan olahan yang dikemas dalam plastik.
- Dukung kebijakan yang mengurangi penggunaan plastik: Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik.
Kesimpulan
Mikroplastik merupakan ancaman yang serius bagi kesehatan manusia. Meskipun penelitian tentang dampak jangka panjang mikroplastik masih terus berlanjut, kita perlu mengambil tindakan sekarang untuk melindungi diri kita dan lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan plastik dan memilih produk yang ramah lingkungan, kita dapat berkontribusi dalam mengurangi jumlah mikroplastik di lingkungan.
Lalu, kebijakan apa yang menurut Anda perlu diterapkan pemerintah untuk mengatasi masalah mikroplastik?
Share berita baik ini yuk!