Kabar duka datang dari siswa SMP di Bekasi Selatan yang meninggal dunia (17/11/2023) saat bermain Kuda Tomprok bersama teman-temannya di sekolah. Bedasarkan keterangan yang beredar, korban terjatuh saat bermain, kepalanya terbentur lantai lalu pingsan dengan mulut mengeluarkan busa. Korban meninggal saat dilarikan ke rumah sakit.
Permainan tradisional merupakan bagian berharga dari budaya kita yang sebaiknya tetap dijaga. Namun, ada beberapa permainan yang, meski menyenangkan, memerlukan pengawasan orang dewasa untuk memastikan keselamatan bagi anak-anak. Berikut beberapa permainan yang perlu pengawasan orangtua atau orang dewasa :
1. Kuda Tomprok
Permainan yang biasanya dimainkan oleh dua kelompok ini dibagi menjadi 2 peran. Satu kelompok menjadi kuda dan satu kelompok lainnya berperan jadi penunggang. Kepala kelompok yang berperan jadi kuda akan dikaitkan satu sama lain melalui selangkangan mereka dalam posisi menungging. Sementara itu kelompok yang menjadi penungging akan melompat untuk meduduki punggung kelompok yang menjadi kuda. Pengawasan orang dewas diperlukan agar ada yang lebih sigap ketika salah satu dari pemain hampir terjatuh.
2. Lato-lato
Permainan yang membeturkan 2 biji terikat satu sama lain ini pernah menjadi trend yang sangat viral di Indonesia. Lato-lato dimainkan dengan cara dibenturkan dan dibuat berputar hingga mengeluarkan suara yang nyaring. Manfaat dari permainan ini adalah untuk melatih fokus, gerak motorik anak dan koordinasi kognitif. Namun suaranya yang berisik bisa mengganggu orang sekitar dan jika tidak hati-hati bisa menyebabkan cedera yang cukup parah. Seperti bolanya yang keras mengenai mata, kepala atau anggota tubuh lainnya.
3. Congklak
Permainan tradisional ini melibatkan pemain memindahkan biji-bijian antar lubang. Walaupun sepertinya aman, namun ada risiko anak kecil mengonsumsi biji-bijian kecil tersebut. Oleh karena itu, pengawasan orangtua diperlukan untuk memastikan anak-anak tidak memasukkan benda kecil ke dalam mulut mereka.
4. Engrang
Permainan ini menggunakan kayu besar di bawah kaki untuk melompat. Keterampilan ini membutuhkan keseimbangan yang baik, dan pengawasan orangtua dapat membantu mencegah jatuh atau tergelincir. Orangtua juga dapat memberikan arahan tentang cara bermain yang benar dan aman.
5. Kelereng
Kelereng dimainkan dengan cara memasukkan kelereng ke dalam lubang dengan menggunakan jari atau ketapel. Pengawasan orangtua diperlukan untuk menghindari cedera akibat ketapel atau kelereng yang mungkin terjatuh dan pecah. Orangtua dapat mengajarkan anak-anak mengenai kehati-hatian dan tanggung jawab saat bermain kelereng.
Pentingnya pengawasan orangtua pada permainan tradisional bukan hanya untuk menjaga keselamatan anak-anak, tetapi juga untuk memastikan bahwa mereka dapat mengambil manfaat positif dari pengalaman bermain. Dengan bimbingan yang tepat, permainan tradisional dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai seperti sportivitas, kerjasama, dan mengendalikan emosi. Sebagai orangtua, mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan bermain yang aman dan mendidik bagi anak-anak kita.
© Copyright 2024
Obor Berkat