Sanggar belajar School of Life tidak hanya mengajarkan kemampuan akademis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak-anak. Mereka juga diajak untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui tantangan sederhana yang mendorong mereka melakukan kebiasaan baik dan memberi dampak bagi orang-orang di sekitar mereka.
Hal inilah yang dipelajari Yahaleel Arkha (10 tahun), salah satu anak School of Life di JKI Injil Kerajaan Allah Satelit Citarum, Kota Semarang. Arkha tinggal bersama orang tua, adik, kakek-nenek, serta keluarga besar dari pihak ibunya. Seperti banyak anak seusianya, sepulang sekolah Arkha lebih sering menghabiskan waktu bermain gim daring di ponsel. Ia belum terlalu menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya, termasuk keluarganya di rumah.
Namun, dalam kelas karakter School of Life Tema 4: “Aku Berdampak”, tutor memberikan tantangan kepada setiap siswa untuk memulai kebiasaan yang membawa dampak baik bagi orang lain. Dari tantangan itu, Arkha memilih hal yang dekat dengan kesehariannya: mencuci piring sendiri setelah makan.
Bagi sebagian orang, kebiasaan ini terlihat kecil. Tetapi bagi orangtua Arkha, tindakan sederhana itu sebuah peningkatan yang luar biasa dan cara Arkha untuk belajar peduli. Ia ingin meneladani Tuhan Yesus dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Meski tidak selalu mendapat ucapan terima kasih, Arkha tidak kecewa. Ia justru merasa senang karena tahu kebiasaan itu dapat mengurangi beban kerja kakek dan orangtuanya. “Belum konsisten, beberapa kali juga masih diingatkan. Tapi Puji Tuhan sudah ada perubahan dari Arkha,” tutur Ibu Arkha.
© Copyright 2024
Obor Berkat