Akses Air Bersih untuk Keluarga Dira: Dampak Nyata Program Rainwater Harvesting System

Banyak keluarga di pelosok Indonesia masih hidup tanpa akses air bersih. Salah satunya adalah keluarga Dira, seorang siswi SMP berusia 12 tahun yang setiap hari harus bergantung pada air hujan untuk kebutuhan paling dasar.

Fistirani Lase, biasa dipanggil Dira. Ia adalah anak kelima dari enam bersaudara. Tiga tahun lalu, ayahnya meninggal dunia karena sakit. Sejak itu, kehidupan keluarga mereka menjadi semakin berat. Ibunya terpaksa merantau ke luar pulau untuk mencari penghidupan, sementara Dira dan saudara-saudaranya tinggal bersama kakak tertuanya yang mereka panggil kak Hepi.

Kak Hepi kini menjadi tulang punggung keluarga. Ia mengumpulkan biji pinang dan menjual pisang untuk mencukupi kebutuhan adik-adiknya. Penghasilannya tidak menentu, rata-rata sekitar Rp300.000 per bulan—jumlah yang harus dibagi untuk kebutuhan enam orang anak.

Di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, persoalan air menjadi tantangan terbesar. Rumah mereka tidak memiliki sumber air bersih. Untuk minum, memasak, dan mencuci, mereka menampung air hujan dari cucuran atap menggunakan ember dan wadah seadanya. Saat musim kemarau datang, mereka harus berjalan cukup jauh ke dalam hutan untuk mencari air. Ada hari-hari ketika air tidak cukup, sehingga Dira dan saudara-saudaranya berangkat ke sekolah tanpa sempat mandi.

Perubahan mulai terjadi ketika Gereja AFY Hilihoya, yang bermitra dengan CBN dan Obor Berkat Indonesia melalui program School of Life, memperkenalkan Program Rainwater Harvesting System (RHS). Melalui program ini, keluarga Dira terpilih sebagai salah satu penerima manfaat.

Pada akhir September 2025, sistem pemanenan air hujan itu selesai dibangun di rumah mereka. Kini mereka memiliki penampungan air yang lebih layak, bersih, dan higienis. Tidak lagi bergantung pada ember kecil, tidak lagi diliputi kekhawatiran saat kemarau datang.

Bagi keluarga Dira, ini bukan sekadar tangki air. Ini adalah rasa tenang yang baru. Ibunya yang sedang merantau bahkan meneteskan air mata ketika mendengar kabar tersebut.

Sekarang, Dira bisa bersekolah dengan lebih nyaman dan percaya diri. Air hujan yang dulu hanya ditampung seadanya, kini menjadi sumber kehidupan yang lebih terjaga—dan menghadirkan harapan baru bagi masa depan mereka.

Share berita baik ini yuk!