30 Hari Bergerak untuk Bencana Sumatera Utara dan Aceh

30 Hari Bergerak untuk Bencana Sumatera Utara dan Aceh

Menjelang penghujung tahun 2025, duka mendalam menyelimuti wilayah Sumatera Utara dan Aceh akibat bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh hujan ekstrem dan banjir berkepanjangan selama beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 29 Desember 2025, krisis ini telah memaksa sebanyak 11.400 warga di Sumatera Utara dan 377.900 jiwa di Aceh untuk meninggalkan kediaman mereka demi mencari keselamatan. Kondisi ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, tetapi juga membatasi akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar yang paling krusial seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Di tengah situasi darurat yang kian mendesak, Obor Berkat Indonesia (OBI) bergerak cepat melakukan langkah nyata melalui program tanggap darurat dan pemulihan awal. Hingga akhir Desember, tim OBI tercatat telah menjangkau dan melayani sebanyak 28.565 jiwa di berbagai wilayah terdampak yang tersebar luas. Di Provinsi Sumatera Utara, intervensi difokuskan pada titik-titik kritis seperti Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Langkat, Medan, Nias Induk, Nias Selatan, Sibolga, hingga Tapanuli Tengah dan Utara. Sementara itu, di Provinsi Aceh, bantuan disalurkan secara merata di wilayah Banda Aceh, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Langsa, hingga menjangkau pemukiman di Desa Alur Tani.

Fokus utama bantuan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan gizi dan kelayakan hunian sementara bagi para pengungsi. OBI telah mendistribusikan sebanyak 5.825 paket pangan bagi 27.209 jiwa di 13 titik wilayah untuk memastikan ketersediaan asupan makanan pokok dan siap saji. Dukungan ini juga dilengkapi dengan penyaluran 5.828 paket kebutuhan non-pangan atau shelter kit yang berisi selimut, tikar, terpal, lampu darurat, hingga genset untuk membantu warga bertahan di pengungsian. Selain itu, perhatian terhadap sanitasi dan kebersihan tetap menjadi prioritas melalui pendistribusian 204 paket kebersihan perempuan dan aksi pembersihan rumah pascabanjir menggunakan alat pembersih bertekanan tinggi di tiga komunitas terdampak guna mencegah timbulnya penyakit.

Aspek kesehatan dan kesejahteraan mental para penyintas juga mendapat perhatian serius melalui total 38 layanan medis dan psikososial yang digelar secara terpadu. Melalui 24 titik layanan mobile clinic, sebanyak 1.662 pasien telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan dasar secara gratis. Tak hanya kesehatan fisik, OBI yang berkolaborasi dengan Superbook Indonesia juga menghadirkan 14 kegiatan pendampingan psikososial bagi 641 jiwa, yang mencakup layanan ramah anak dan dukungan psikologis awal bagi orang dewasa. Dukungan bagi generasi masa depan pun diwujudkan melalui pemberian 1.107 paket perlengkapan sekolah agar anak-anak tetap semangat belajar di tengah masa sulit.

Seluruh rangkaian intervensi ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan dari OBI untuk terus hadir mendampingi masyarakat, mulai dari fase darurat hingga memasuki proses pemulihan jangka panjang. Dengan semangat solidaritas, OBI berupaya memastikan setiap keluarga yang terdampak dapat bangkit kembali dan menjalani kehidupan dengan lebih aman serta bermartabat. Kehadiran bantuan dan kepedulian dari berbagai pihak diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan secercah harapan baru di tengah krisis yang melanda bumi Sumatera Utara dan Aceh.

Share berita baik ini yuk!