Mpox, yang sebelumnya dikenal dengan nama Monkeypox atau cacar monyet, adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus monkeypox atau MPXV. Virus ini termasuk dalam kelompok Orthopoxvirus, yaitu keluarga virus yang sama dengan cacar atau smallpox. Meski bukan penyakit baru dan sudah dikenal sejak tahun 1970, Mpox kini menjadi perhatian karena penyebarannya yang semakin luas.
Gejala Mpox biasanya muncul dalam 5 hingga 21 hari setelah seseorang terpapar virus.
Mpox dapat menular melalui kontak fisik dekat dengan penderita, seperti menyentuh kulit atau ruam, berciuman, berhubungan seksual, atau berbicara dalam jarak sangat dekat. Virus juga dapat menempel pada benda yang digunakan penderita, seperti pakaian, handuk, seprai, peralatan makan, dan perabot rumah tangga. Selain itu, penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan liar, serta konsumsi daging hewan yang tidak dimasak hingga matang.
Seseorang yang terkena Mpox masih dapat menularkan penyakit sampai seluruh luka atau ruamnya mengering, keropeng terlepas, dan kulit baru terbentuk kembali. Karena itu, penderita perlu menjalani isolasi sesuai arahan tenaga kesehatan hingga benar-benar pulih.
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami sakit berat akibat Mpox, seperti anak-anak terutama di bawah usia lima tahun, ibu hamil, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah. Sementara itu, risiko penularan lebih tinggi terjadi pada orang yang tinggal serumah dengan penderita, orang yang sering berganti pasangan seksual, laki-laki yang berhubungan seksual dengan sesama laki-laki, orang yang sering bersentuhan dengan hewan liar, serta tenaga kesehatan yang tidak menggunakan alat pelindung diri.
Pencegahan Mpox dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, seperti mengenali gejala, menghindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan tanda-tanda penyakit, mencuci tangan secara rutin, serta tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor. Jika ada anggota keluarga yang dicurigai atau terkonfirmasi Mpox, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan dan lakukan isolasi mandiri sesuai petunjuk.
Selama isolasi, penderita sebaiknya tidur di kamar terpisah, menggunakan peralatan pribadi sendiri, tidak berbagi alat makan, handuk, pakaian, atau seprai, serta menjaga ruangan tetap berventilasi baik. Orang yang merawat penderita perlu menggunakan masker dan sarung tangan, terutama saat membersihkan luka atau mengganti perlengkapan pribadi penderita.
Sebagian besar kasus Mpox dapat sembuh dalam dua hingga empat minggu dengan perawatan suportif, seperti istirahat cukup, minum air yang cukup, makan makanan bergizi, serta menggunakan obat penurun demam atau nyeri sesuai anjuran. Penderita juga perlu menjaga ruam tetap bersih dan kering, tidak menggaruk atau memecahkan lepuhan, serta segera mencari pertolongan medis jika gejala memburuk.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, kader kesehatan Obor Berkat Indonesia turut berperan aktif memberikan berbagai penyuluhan kepada anak-anak dan masyarakat di komunitas. Melalui edukasi yang sederhana dan mudah dipahami, kader kesehatan membantu masyarakat mengenali gejala Mpox, memahami cara penularannya, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta mengetahui langkah yang perlu dilakukan ketika menemukan kasus yang dicurigai. Peran ini penting karena kader berada dekat dengan masyarakat dan dapat menjadi penghubung informasi antara tenaga kesehatan dan komunitas.
Mpox dapat dicegah dan ditangani dengan baik jika masyarakat memiliki informasi yang benar. Karena itu, kerja sama antara tenaga kesehatan, kader kesehatan, keluarga, dan komunitas menjadi langkah penting untuk melindungi lebih banyak orang dari risiko penularan.
© Copyright 2024
Obor Berkat