Mengajar anak usia dini bukan hal yang mudah. Setiap hari penuh dengan energi, tawa, dan kadang juga kekacauan kecil di kelas. Hal itulah yang pertama kali dirasakan Wiwien Keloay ketika ia mulai mengajar di PAUD Super5 Aer Terang, Manado.
Wiwien, 29 tahun, awalnya diminta membantu sebagai guru sementara untuk menggantikan seorang guru yang tidak dapat mengajar selama tiga bulan. Awalnya ia mengira ini hanya tugas singkat. Namun pengalaman tersebut justru memberikan pelajaran yang sangat berarti baginya.
Sebenarnya, dunia pelayanan anak bukan hal baru bagi Wiwien. Ia sudah hampir sembilan tahun terlibat dalam pelayanan. Selama tiga tahun ia melayani di School of Life (SOL), lalu dua tahun mengajar di SD Kasih Baptis di Pangkal Pinang. Setelah kembali ke Manado, ia juga sempat melayani di Day Care Citra Kasih selama satu tahun. Meski begitu, mengajar anak usia 4–5 tahun di PAUD tetap menjadi pengalaman yang benar-benar baru baginya.
Di minggu pertama mengajar, Wiwien sempat merasa kewalahan. Anak-anak di kelasnya sangat aktif. Mereka berlari, berbicara satu sama lain, dan sering kali tidak mendengarkan ketika ia mencoba mengajar. Hampir setiap hari kelas terasa kacau.
Sebagai guru, ia tahu bahwa ia tidak boleh bersikap kasar atau mudah marah. Ia mencoba tetap lembut dan sabar. Namun di dalam hati ia sempat bertanya-tanya mengapa anak-anak itu masih sulit diarahkan.
Wiwien kemudian mencoba mencari cara. Ia mulai meminta masukan dari kepala sekolah, mengikuti arahan dari pelatihan yang diberikan, dan berusaha mengenal karakter setiap anak di kelasnya. Perlahan ia belajar bahwa setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda.
Memasuki minggu kedua, ia kembali mengajar dengan sikap yang sama—lembut, sabar, dan lebih memahami anak-anaknya. Perlahan suasana kelas mulai berubah. Anak-anak menjadi lebih tenang dan mulai mau mendengarkan ketika kegiatan belajar dimulai.
Menurut Wiwien, kurikulum Super5 juga sangat membantu dalam proses ini. Materi pembelajaran sudah disiapkan dengan baik, mudah dipahami, dan dikemas dengan cara yang menarik bagi anak-anak. Hal ini membuat kegiatan belajar terasa lebih menyenangkan, baik bagi guru maupun murid.
Kini suasana kelas tidak lagi seperti minggu pertama. Anak-anak dapat belajar dengan lebih tertib, dan Wiwien pun semakin menikmati proses mengajar.
Bagi Wiwien, pengalaman tiga bulan ini meninggalkan kesan yang mendalam. Bahkan saat ini ia sedang merintis kelompok belajar (KB) sendiri dan berharap dapat terus bergabung dengan PAUD Super5.
Lewat pengalaman ini, ia menyadari bahwa pendidikan anak usia dini bukan hanya soal mengajarkan pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan adalah proses menanamkan karakter dan iman sejak dini. Bagi Wiwien, itulah pelajaran paling berharga dari perjalanannya bersama PAUD Super5.
© Copyright 2024
Obor Berkat