Setiap Hari Nela Berjalan Jauh Demi Air, Sekarang Hidupnya Mulau Berubah

Setiap Hari Nela Berjalan Jauh Demi Air, Sekarang Hidupnya Mulau Berubah

Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Nerlis Lase—yang akrab dipanggil Nela—sudah lebih dulu memulai aktivitas yang tidak biasa bagi anak seusianya. Di usia 9 tahun, Nela harus membantu keluarganya berjalan jauh untuk mengambil air minum. Bagi banyak orang, air mungkin mudah didapat. Namun bagi Nela dan keluarganya, air adalah sesuatu yang harus diperjuangkan setiap hari.

Nela adalah anak keenam dari delapan bersaudara. Ia tinggal bersama orang tuanya yang menggantungkan hidup dari bertani, mengumpulkan biji pinang, dan menjual pisang. Dua tahun terakhir menjadi masa yang lebih berat bagi keluarga mereka sejak ayah Nela mulai kehilangan penglihatannya dan tidak lagi bisa bekerja seperti sebelumnya. Sejak saat itu, ibunya menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga.

Untuk mendapatkan air, Nela dan saudara-saudaranya harus berjalan cukup jauh melewati jalan licin, menyeberangi beberapa anak sungai, bahkan menghadapi risiko bertemu ular di sepanjang perjalanan. Perjalanan ini mereka lakukan dua kali setiap hari.

Tak jarang, lintah menempel di kaki mereka saat pulang. Untuk mandi dan mencuci, mereka harus pergi ke sungai yang jaraknya juga tidak dekat. Saat hujan turun di hulu, sungai bisa tiba-tiba meluap. Warga desa bahkan pernah melihat buaya di sana. Namun, tidak ada pilihan lain. Air tetap harus diambil.

Di tengah kondisi itu, Nela tetap berusaha rajin bersekolah. Setiap hari ia berjalan lebih dari dua kilometer menuju sekolah, membawa harapan sederhana: masa depan yang lebih baik.

Harapan itu mulai terasa nyata ketika School of Life Hilihoya bersama Obor Berkat Indonesia menghadirkan program Rainwater Harvesting System (RHS) di desanya. Melalui sistem penampungan air hujan ini, keluarga Nela kini memiliki sumber air yang lebih dekat dan aman di rumah.

Perubahan ini sangat berarti bagi mereka. Nela tidak lagi harus menempuh perjalanan berbahaya hanya untuk mengambil air. Waktu dan tenaganya kini bisa digunakan untuk belajar dan membantu keluarga dengan cara yang lebih aman.

Bagi Nela, air yang kini tersedia di dekat rumah bukan sekadar kebutuhan. Air itu membawa rasa tenang, kesempatan untuk terus sekolah, dan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. Sebuah perubahan sederhana yang dimulai dari setetes air hujan, tetapi berdampak besar bagi kehidupan seorang anak.

Share berita baik ini yuk!