Sebuah Doa yang Membawa Kembali Keluarganya

“Kalau saya terus berdoa, Tuhan pasti dengar,” Ucap seorang anak perempuan yang telah mengalami banyak hal di dalam hidupnya.

Namanya Riska Nender, berusia 9 tahun dan tinggal di desa Makalelon. Ia anak kedua dari tiga bersaudara dan tumbuh besar di keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan dengan upah yang tidak menentu. Demi memenuhi kebutuhan keluarganya, ayahnya kerap kali bekerja di luar daerah dan hanya bisa pulang satu hingga dua minggu sekali.

Tanpa sadar kondisi ini memberi tekanan bagi ibunya. Hingga suatu hari, ibunya memutuskan pergi meninggalkan rumah. Keadaan ekonomi keluarga pun semakin sulit, bahkan rumah tempat mereka tinggal akhirnya harus dijual.

Perpisahan orang tuanya menjadi pukulan besar bagi Riska. Ia merasa sedih, bingung, dan terluka. Hidupnya berubah drastis. Riska harus berpindah-pindah tempat tinggal, dari rumah tantenya hingga tinggal bersama oma dan opanya.

Di tengah situasi itu, Riska mulai kehilangan semangat untuk belajar dan memutuskan untuk berhenti datang ke sekolah dan sanggar belajar.

Namun berkat ajakan dari teman-temannya, Riska kembali datang ke sanggar belajar School of Life GSJA Elshaday Makalelon. Ia mendengar kisah Samuel dari Superbook, seorang anak yang dipanggil Tuhan sejak kecil. Dari cerita itu, Riska belajar bahwa Tuhan bisa memakai siapa saja, bahkan anak-anak, selama mereka mau tetap berdoa dan berharap kepada-Nya.

Sejak saat itu, Riska mulai berdoa setiap hari. Ia berdoa untuk keluarganya. Ia berdoa agar hubungan mama dan papanya dipulihkan. Ia juga berdoa agar suatu hari keluarganya bisa memiliki rumah kembali. Secara perlahan, harapan itu mulai terlihat.

Pada bulan Januari lalu, mamanya akhirnya kembali pulang ke desa Makalelon dan tinggal bersama keluarga mereka lagi. Bagi Riska, itu adalah jawaban doa yang sangat ia nantikan.

Kini Riska kembali menjadi anak yang ceria dan aktif. Ia juga sudah kembali bersekolah dan mulai mengikuti ulangan-ulangan yang sempat ia lewatkan sebelumnya. Perjalanan hidup Riska mengingatkan kita bahwa harapan bisa tumbuh kembali, bahkan di tengah keadaan yang paling sulit. Dan bagi Riska, doa sederhana yang dinaikkan dengan setia telah menjadi sumber kekuatan untuk terus melangkah.

Share berita baik ini yuk!