Awalnya, Abjelo adalah anak yang pendiam. Di kelas PAUD Super5, ia sering terlihat ragu untuk berbicara dan sulit fokus mengikuti kegiatan. Keinginannya untuk mandiri sebenarnya ada, tetapi rasa malu membuatnya sulit berinteraksi dengan guru maupun teman-temannya.
Melihat hal ini, para tutor tidak tinggal diam. Mereka mulai mendampingi Abjelo secara perlahan dan konsisten. Prosesnya sederhana, dimulai dari mengajaknya mengenal diri sendiri—menyebut nama, warna kesukaan, dan hal-hal yang ia sukai. Setiap hari, tutor membiasakan mengajak Abjelo berbicara. Orang tua juga ikut terlibat dengan rutin mengajaknya mengikuti kegiatan Sekolah Minggu, sehingga Abjelo semakin terbiasa mendengar firman Tuhan dan berani tampil.
Melalui kegiatan pemuridan Superbook dengan tema Pahlawan Iman, Abjelo mulai menunjukkan perubahan. Ia berani menyebutkan super ayat Yesaya 42:13A dengan percaya diri. Di kelas, ia juga semakin fokus saat mengikuti aktivitas menggambar garis vertikal, horizontal, lengkungan, dan lingkaran.
Perubahan itu terus terlihat. Kini Abjelo lebih senang berinteraksi dengan guru dan teman-temannya. Ia tidak lagi hanya diam, tetapi mulai berani mengekspresikan diri secara natural dalam berbagai kegiatan.
Orang tuanya pun merasakan hal yang sama. Mereka bersyukur karena sekarang Abjelo sudah berani tampil ke depan untuk bernyanyi bersama dalam kegiatan Sekolah Minggu.
Pendampingan sederhana yang dilakukan secara konsisten telah membuka jalan bagi Abjelo untuk bertumbuh. Dari anak yang pemalu, ia mulai melangkah menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Perjalanan kecil ini menjadi pengingat bahwa setiap anak bisa berkembang ketika didampingi dengan sabar dan penuh perhatian.
© Copyright 2024
Obor Berkat