Pengampunan Membantu Florensia Terbuka

Pengampunan Membantu Florensia Terbuka 

Florensia (15 tahun) merupakan salah satu siswi Paket B Kelas IX di PKBM OBI Tanah Harapan yang dikenal sangat sopan dan memiliki ambisi untuk masa depannya. Namun, sebelumnya ia sangat tertutup dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. 

“Dulu aku takut untuk cerita atau ngobrol dengan orang lain,” ucapnya. 

Ketakutan itu berkaitan dengan perundungan verbal yang menurut penuturannya, ia alami sejak kelas 1 SD hingga lulus SMP. Saat mencoba meminta bantuan, ia merasa pengalamannya belum ditanggapi dengan serius. 

“Ketika bilang ke guru, mereka menganggap ini bercanda anak-anak, Kak. Pas kelas 5 SD, aku pernah dituduh melakukan bully, padahal aku yang dibully…” 

Orang tuanya pernah mendatangi sekolah untuk membahas persoalan tersebut. Namun, Florensia merasa belum mendapatkan pertolongan yang ia butuhkan. 

Di tengah masa-masa pahit itu, ayah tercintanya meninggal dunia. Kehilangan ini semakin berat karena sang ayah merupakan tempatnya berbagi cerita. 

“Aku lebih sering cerita sama Papa…” katanya. 

Tuduhan sebagai pelaku perundungan dan kehilangan ayah membuat Florensia sangat terpukul. Ia menyimpan luka, kekecewaan, dan dendam yang membuatnya semakin menutup diri. 

Kemudian, ibunya memperoleh informasi bahwa PKBM OBI Tanah Harapan di Jakarta Utara memberikan pendidikan karakter. Dengan harapan Florensia mendapatkan pendampingan dan belajar membuka diri, sang ibu mendaftarkannya ke sekolah tersebut. 

Melalui pendidikan di OBI, Florensia memperoleh pelajaran akademis sekaligus pembinaan karakter tentang kemurahan hati dan pengampunan. Dengan bimbingan yang diterimanya serta dukungan penuh dari sang ibu, ia belajar mengampuni orang-orang yang pernah menuduh dan menyakitinya. Perlahan, ia mulai membuka dirinya dan mulai sering bercerita dengan Bu Anita, salah satu guru PKBM OBI.  

Kini, Florensia lebih ramah dan memiliki teman-teman dekat yang menerima dirinya dengan baik. Bahkan ia sudah aktif dalam menyalurkan bakatnya dalam menari lewat kegiatan tambahan di PKBM OBI Tanah Harapan.  

Kerinduan kepada ayahnya tetap menjadi bagian dari hidup Florensia. Namun, ia juga ingin terus melangkah. Ia berencana melanjutkan pendidikan ke SMK dan menyimpan cita-cita menjadi penari profesional.  

Mitra OBI, terima kasih telah mendukung pendidikan dan pendampingan bagi anak-anak seperti Florensia. Mari terus bergandengan tangan agar lebih banyak anak memiliki kesempatan belajar, mendapatkan dukungan, dan berani menatap masa depan. 

Share berita baik ini yuk!