Di wilayah pegunungan Amber, Papua Barat, terdapat PAUD Merpyoba yang menjadi tempat belajar bagi 26 anak. Mereka didampingi oleh lima guru dengan kepala sekolanya adalah Bu Yuli, salah satu guru PAUD. Sebelumnya, PAUD di daerah tersebut sempat berhenti berjalan. Bu Yuli, yang juga melayani sebagai guru Sekolah Minggu, memiliki kerinduan untuk menghidupkannya kembali. Ia ingin anak-anak di Amber tetap memiliki kesempatan untuk belajar sejak usia dini.
Hingga kini, PAUD Merpyoba belum memiliki lahan dan gedung sendiri. Kegiatan belajar biasanya dilakukan di balai desa. Jika balai desa sedang digunakan untuk kegiatan lain, anak-anak harus belajar di rumah Bu Yuli.
Sekolah juga belum memiliki karpet, meja, dan kursi yang cukup. Anak-anak masih belajar dengan duduk langsung di lantai. Listrik di daerah tersebut sering padam dari pagi hingga sore. Jaringan komunikasi juga sulit dijangkau karena Amber berada di wilayah pegunungan yang jauh dari kota.
Dari lima guru yang mengajar, baru satu orang yang menerima insentif dari pemerintah. Guru-guru lainnya tetap melayani meskipun belum mendapatkan gaji. Bu Yuli dan Bu Dewi telah menempuh pendidikan S1 PG-PAUD dan terus mendampingi anak-anak di tengah berbagai keterbatasan.
Sebagian anak di Amber juga masih membutuhkan pendampingan untuk membangun kebiasaan hidup bersih, seperti mencuci tangan, menggunakan alas kaki, dan merawat luka. Persediaan obat-obatan dasar di wilayah tersebut juga masih terbatas.
Di tengah kondisi ini, program Garden in School membawa manfaat yang berarti. Melalui kebun sayur dan ayam petelur, sekolah memiliki sumber makanan bergizi yang lebih dekat. Karena lokasi Amber jauh dari kota, telur yang dihasilkan sangat membantu memenuhi kebutuhan protein anak-anak. Para guru dan masyarakat pun menyambut baik program tersebut.
Saat ini, PAUD Merpyoba masih membutuhkan karpet, meja dan kursi, makanan bergizi, perlengkapan kesehatan dasar, serta dukungan untuk para guru. Mereka juga memiliki harapan untuk mempunyai gedung sekolah sendiri.
Walaupun belajar dengan fasilitas sederhana, Bu Yuli dan para guru terus hadir bagi anak-anak. Bagi mereka, keterbatasan bukan alasan untuk menghentikan kesempatan anak belajar dan memiliki masa depan yang lebih baik.
© Copyright 2024
Obor Berkat