Sejak 24 Agustus 2026, Obor Berkat Indonesia (OBI) memantau dampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Barat. Pemantauan awal dilakukan di Pontianak, Kubu Raya, Ketapang, Bengkayang, dan Landak untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak kabut asap.
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah telah memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat. Kualitas udara yang tidak aman membuat kegiatan warga menjadi terbatas. Di beberapa daerah, kegiatan belajar di sekolah juga sempat diliburkan atau dialihkan menjadi pembelajaran dari rumah.
Di tengah kondisi tersebut, ketersediaan masker KN95 di sejumlah wilayah terdampak masih terbatas. Padahal, masker dengan daya saring yang baik diperlukan untuk membantu mengurangi paparan partikel berbahaya dari kabut asap.
Sebelum menyalurkan bantuan, tim OBI melakukan pemetaan wilayah dan kebutuhan masyarakat. Tim mengumpulkan informasi dari lapangan, mendata calon penerima manfaat, serta menghitung kebutuhan masker bagi orang dewasa dan anak-anak.
Respons awal juga dilakukan melalui edukasi mengenai bahaya kabut asap dan penyebaran informasi keselamatan kepada masyarakat. OBI turut mengadakan webinar kesehatan bersama dokter spesialis paru dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Edukasi tersebut bertujuan membantu masyarakat memahami dampak kabut asap bagi kesehatan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga ketika kualitas udara memburuk.
Setelah proses pemetaan, OBI menjalankan respons selama 14 hari. Bantuan yang dipersiapkan meliputi masker, air minum, dan dukungan oksigen sesuai kebutuhan di lapangan.
Di Ketapang, tim OBI membawa 100 paket masker dengan isi 10 masker dalam setiap paket. Dengan demikian, sebanyak 1.000 masker dipersiapkan untuk membantu masyarakat terdampak.
Selain masker, tim juga membawa 50 galon air minum. Bantuan tersebut selesai disalurkan pada 13 September 2026. Untuk mempercepat perjalanan menuju lokasi distribusi, tim menggunakan speedboat karena dinilai lebih efisien dibandingkan perjalanan melalui jalur darat.
Distribusi masker juga telah dilakukan di Kubu Raya. Sementara itu, hingga 15 September 2026, penyaluran bantuan di Pontianak masih berlangsung. Bengkayang dan Landak turut menjadi wilayah sasaran yang sedang memasuki tahap persiapan dan pengadaan tambahan bantuan.
Setiap proses distribusi dilengkapi dengan pendataan penerima manfaat, tanda terima, serta dokumentasi foto dan video. Data akhir mengenai jumlah bantuan yang telah disalurkan dan masyarakat yang menerima manfaat masih dicocokkan dengan laporan dari setiap tim lapangan.
Proses verifikasi ini dilakukan agar seluruh bantuan dapat tercatat secara akurat dan dipertanggungjawabkan.
Di tengah kabut asap yang membatasi aktivitas sehari-hari, bantuan sederhana seperti masker dan air minum dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan serta memenuhi kebutuhan dasarnya.
Melalui respons karhutla di Kalimantan Barat, OBI terus berupaya hadir dan membawa pertolongan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa darurat.
© Copyright 2024
Obor Berkat