Ketika bencana mengguncang Flores, dampaknya tidak berhenti pada rumah-rumah yang rusak. Banyak keluarga harus menghadapi ketidakpastian, keterbatasan kebutuhan dasar, hingga tekanan emosional setelah mengalami kejadian yang mengubah kehidupan mereka dalam waktu singkat.
Di tengah kondisi tersebut, kami bergerak untuk menjangkau masyarakat terdampak melalui aksi tanggap bencana bertajuk “7 Hari Bergerak untuk Flores.” Selama tujuh hari, tim OBI hadir di sejumlah wilayah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus memberikan dukungan kepada penyintas yang sedang menjalani masa pemulihan.
Respons kemanusiaan dilakukan di beberapa wilayah terdampak, khususnya Ruteng di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, serta Mbay di Kabupaten Nagekeo. Tim lapangan bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung dan memastikan bantuan dapat diterima oleh keluarga yang membutuhkan.
Perjalanan menuju lokasi terdampak tentu memiliki tantangan tersendiri. Namun di tengah berbagai keterbatasan pascabencana, kebutuhan masyarakat menjadi alasan untuk terus bergerak. Bagi OBI, hadir bagi mereka yang sedang berada dalam kesulitan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang menyampaikan bahwa mereka tidak harus menghadapi masa sulit ini sendirian.
Dalam tujuh hari pelaksanaan respons, 3.158 jiwa telah menerima manfaat melalui 12 titik distribusi di wilayah terdampak. Di antara penerima manfaat tersebut terdapat 1.100 anak-anak, 273 lansia, dan 17 penyandang disabilitas. Kelompok-kelompok ini menjadi bagian penting dalam respons karena memiliki kebutuhan dan kerentanan yang berbeda selama masa darurat.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, OBI telah menyalurkan sebanyak 735 paket makanan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari warga ketika aktivitas dan kondisi ekonomi mereka belum sepenuhnya kembali normal.
Selain kebutuhan pangan, OBI juga mendistribusikan 18 unit lampu darurat. Kehadiran penerangan menjadi kebutuhan penting bagi warga yang masih tinggal di sekitar lokasi terdampak atau berada dalam kondisi dengan akses listrik yang terbatas.
Bencana juga meninggalkan dampak yang tidak selalu terlihat secara fisik. Ketakutan, kecemasan, dan rasa tidak aman dapat terus dirasakan, terutama oleh anak-anak yang mengalami langsung situasi darurat. Karena itu, respons OBI tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan logistik. Sebanyak 126 peserta telah mengikuti kegiatan dukungan psikososial sebagai bagian dari upaya membantu proses pemulihan emosional pascabencana.
Melalui kegiatan yang ramah anak, interaksi, permainan, dan pendampingan, anak-anak diajak kembali merasakan ruang yang aman untuk tersenyum, bermain, dan berinteraksi dengan teman-temannya. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari perjalanan pemulihan. Sebab setelah kebutuhan mendesak terpenuhi, para penyintas juga membutuhkan waktu, perhatian, dan lingkungan yang mendukung mereka untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari.
Mengusung semangat “Help Today, Hope for the Future,” OBI percaya bahwa pertolongan dalam masa bencana perlu dilakukan dengan kepedulian yang menyeluruh. Sebuah paket makanan, penerangan pada malam hari, pelukan bagi seorang anak, maupun kehadiran seseorang yang bersedia mendengarkan dapat menjadi bentuk kasih yang berarti bagi mereka yang sedang berada dalam masa sulit.
Perjalanan pemulihan masyarakat Flores tentu belum selesai. Setelah fase tanggap darurat, masih ada berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi agar keluarga terdampak dapat perlahan kembali membangun kehidupan mereka.
Di tengah proses tersebut, setiap dukungan memiliki arti. Ketika banyak orang memilih untuk berbagi dan hadir bagi sesama, pertolongan dapat menjangkau lebih jauh dan pengharapan dapat terus bertumbuh di tengah keadaan yang sulit.
Anda dapat ikut mendukung aksi kemanusiaan Obor Berkat Indonesia bagi penyintas bencana dengan berdonasi melalui rekening BCA 5220309292 atas nama Yay. Obor Berkat Indonesia.
© Copyright 2024
Obor Berkat