Setiap dukungan yang Anda tabur melalui OBI untuk sanggar belajar School of Life telah ikut membawa perubahan dalam kehidupan banyak anak di berbagai daerah. Tidak ada yang menyangka, seorang anak yang dahulu lebih banyak menutup diri, justru dipercaya menjadi tutor sebaya bagi teman-temannya.
Salah satunya adalah Febriani, remaja berusia 17 tahun asal Bawomataluo, Nias Selatan.
Sejak kecil, di rumahnya, Febriani tidak terbiasa membicarakan apa yang ia rasakan kepada orang tuanya. Banyak hal ia simpan dan hadapi sendiri. Hal itu membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang pendiam. Apalagi beberapa kali mengalami perundungan verbal dari teman di sekolahnya, membuat Febri semakin rendah diri dan membatasi pertemanannya.
“Di sekolah, saya hanya punya satu atau dua teman dan sering menghabiskan waktu sendirian,” tuturnya.
Sampai saat ia mulai tertarik dengan kegiatan belajar sanggar belajar School of Life yang saat itu di lakukan di seberang rumahnya.
Ia bergabung dengan sanggar belajar ini pada 2021, “Ketika pertama kali bergabung, saya masih merasa canggung, takut, dan tidak nyaman.”
Akan tetapi, tutor School of Life berusaha untuk terus merangkul Febri. Kehangatan yang diberikan oleh tutor, mulai membuka sudut pandang baru bagi Febri. Didukung dengan materi “Siapa Saya” dari kurikulum karakter School of Life. Febriani mulai melihat dirinya dengan cara yang berbeda.
Ia belajar bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan keterbatasan, tetapi tetap berharga di mata Tuhan. Pemahaman itu perlahan membantunya menerima dirinya dan mulai berani membuka diri kepada orang-orang di sekitarnya.
Perubahan itu terlihat saat ia berani untuk menjadi seorang tutor sebaya untuk adik-adiknya di School of Life selama 3 tahun. “Ini adalah anugerah yang luar biasa bagi saya, seorang anak yang pernah merasa tidak berharga, kini dipercaya oleh Tuhan untuk melayani orang lain.”
Saat ini, Febriani sedang menapaki masa depannya setelah bertumbuh bersama School of Life di salah satu Universitas Swasta di Kota Semarang. Ini adalah pengalaman pertama Febri keluar dari pulau Sumatra, namun jadi langkah yang paling berani bagi Febri dan keluarganya untuk membangun masa depan.
Terima kasih, Anda telah mengambil bagian dalam proses Febri membentuk masa depannya
© Copyright 2024
Obor Berkat