Ibu Iis Kini Bisa Buka Warung di Depan Rumah

Ibu Iis Purwanti adalah seorang ibu berusia 43 tahun yang tinggal bersama suami dan dua anaknya di kawasan padat penduduk Tanah Merah, Jakarta Utara. Salah satu anaknya bersekolah di PKBM OBI Tanah Harapan.

Sebelumnya, kehidupan keluarga mereka bergantung pada penghasilan suami Ibu Iis yang bekerja sebagai sopir panggilan. Namun, pekerjaan tersebut tidak selalu ada. Ketika permintaan sedang sepi, penghasilan keluarga ikut berkurang. Sementara itu, kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anak tetap harus dipenuhi.

Kondisi tersebut mendorong Ibu Iis untuk ikut berjualan demi membantu suaminya memenuhi kebutuhan keluarga. Setiap hari, ia membuat berbagai makanan ringan dan jajanan pasar di rumah. Produk yang dijual antara lain pisang cokelat, kerupuk bawang, kerupuk bantal, dan beberapa jenis kue.

Ibu Iis sebenarnya sudah cukup lama memiliki pengalaman berjualan. Saat tinggal di Pemalang, ia pernah menjual jajanan anak-anak dan mi ayam keliling. Namun, setelah kembali ke Jakarta pada 2024, ia tidak dapat melanjutkan usaha tersebut karena tidak memiliki modal yang cukup.

Meski demikian, Ibu Iis tidak berhenti berusaha. Ia kembali membuat makanan ringan dan menitipkannya di enam kios yang berada di sekitar rumahnya. Setiap kios menerima sekitar 20 bungkus makanan ringan. Produk tersebut biasanya habis terjual dalam waktu dua hari.

Saat ini, usaha Ibu Iis masih dijalankan dalam skala kecil. Ia belum memiliki peralatan produksi yang memadai dan belum melakukan pencatatan keuangan secara teratur. Karena itu, Obor Berkat Indonesia memberikan dukungan berupa bahan baku dan beberapa peralatan untuk membantu proses produksi makanan ringan tersebut.

Ibu Iis juga akan mendapatkan pendampingan untuk belajar mencatat pemasukan dan pengeluaran, menentukan harga jual, serta memasarkan produknya melalui platform digital. Ia berharap dapat membuka kios kecil di depan rumah dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

Melalui usaha ini, Ibu berharap bisa membantu memenuhi biaya pendidikan anak-anaknya, mulai menabung, dan suatu hari memiliki rumah sendiri. Ia juga berharap kelak dapat membantu keluarga lain yang sedang mengalami kesulitan.

Share berita baik ini yuk!