Panen Pertama Membuka Harapan Baru bagi Keluarga Fuliaro

Panen Pertama Membuka Harapan Baru bagi Keluarga Fuliaro

Setiap hari, Fuliaro Lase bekerja di ladang untuk memenuhi kebutuhan istri dan sembilan anaknya. Meski harus memulai usaha dengan modal pinjaman, ia tidak pernah berhenti mencari jalan agar kehidupan istri dan sembilan anaknya dapat menjadi lebih baik. Perjalanan hidup Fuliaro tidak selalu mudah. Istri pertamanya menderita diabetes sejak 2018 dan meninggal pada 2020 karena sulit mendapatkan perawatan medis. Setelah itu, ia menikah kembali agar anak-anaknya dapat memperoleh pengasuhan yang lebih baik.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Fuliaro dan istrinya mengandalkan pertanian jagung. Namun, keterbatasan modal membuat mereka harus meminjam uang setiap kali akan menanam. Akibatnya, hasil pertanian belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Keadaan mulai berubah ketika Fuliaro menerima bantuan pertanian dari Obor Berkat Indonesia. Ia mendapatkan benih, pupuk, dan perlengkapan lainnya. Bantuan ini membantunya mengembangkan usaha pertanian jagungnya jadi lebih mandiri. Terbukti pada Januari 2026, Fuliaro mulai menanam jagung. Tiga bulan kemudian, ia berhasil memanen 1.710 kilogram jagung dan menjualnya dengan harga jual Rp5.700 per kilogram.

Fuliaro tidak menghabiskan seluruh hasil panennya. Sebagian pendapatan tersebut kembali digunakan sebagai modal untuk musim tanam berikutnya. Pada 30 Juni 2026, ia memulai penanaman kedua dengan menggunakan 10 kilogram benih. Melalui pendampingan yang dilakukan secara rutin, Fuliaro terus belajar mengelola pertaniannya. Ia berharap usaha ini dapat terus berkembang dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.

Share berita baik ini yuk!