Stevani tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Keterbatasan yang ia alami sehari-hari membuatnya sering membandingkan diri dengan teman-temannya, hingga perlahan ia kehilangan rasa percaya diri.
Stevani Agustin Christiani, atau yang biasa dipanggil Stevani, adalah anak berusia 11 tahun yang kini duduk di kelas 5 SD. Ia juga menjadi murid di School of Life Elroy Semarang. Sejak kecil, Stevani hidup dengan keadaan yang apa adanya. Pakaian, makanan, tempat tinggal, hingga perlengkapan sekolahnya serba terbatas. Ayahnya bekerja tidak menentu, sementara ibunya berjualan donat di pinggir jalan pada pagi hari dan membantu di kedai makanan pada siang hari. Penghasilan ibunya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Keadaan itu membuat Stevani sering merasa berbeda di sekolah. Ia menjadi anak yang pendiam, takut salah, dan tidak percaya diri. Saat guru bertanya di kelas, Stevani jarang mengangkat tangan. Dalam berbagai kegiatan, ia lebih memilih diam karena merasa dirinya tidak seberharga teman-temannya.
Perubahan mulai terjadi saat Stevani mengikuti pendidikan karakter di School of Life. Melalui materi tentang Allah yang memelihara umat-Nya, gurunya mengingatkan bahwa nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh barang yang dimiliki, tetapi oleh Tuhan yang menciptakannya. Ayat Mazmur 139:14 juga menolong Stevani melihat bahwa dirinya diciptakan dengan dahsyat dan ajaib.
Sejak itu, Stevani mulai belajar bersyukur. Ia menulis hal-hal sederhana yang bisa ia syukuri setiap hari, seperti orang tua, teman yang baik, dan kesehatan. Perlahan, ia mulai berani menjawab pertanyaan guru, bertanya saat tidak paham, dan terlibat dalam kegiatan di sekolah maupun di sanggar.
Kini, Stevani menjadi anak yang lebih terbuka dan percaya diri. Nilai sekolahnya meningkat, dan ia semakin rajin belajar. Ibunya pun melihat perubahan itu dengan jelas. Meski hidupnya masih sederhana, hati Stevani kini penuh harapan. Ia percaya, Tuhan memelihara hidupnya dan akan menuntun masa depannya.
© Copyright 2024
Obor Berkat