Setahun Ikut School of Life, Diki Mulai Belajar Taat dan Mengendalikan Emosi

Setahun Ikut School of Life, Diki Mulai Belajar Taat dan Mengendalikan Emosi

Setiap anak membutuhkan tempat untuk belajar dan bertumbuh. Bukan hanya belajar pelajaran sekolah, tetapi juga belajar mengenal diri sendiri. Hal inilah yang mulai dialami oleh Diki melalui kegiatan di sanggar belajar.

Diki Pratama, atau biasa dipanggil Diki, adalah anak berusia 11 tahun dari Tulang Bawang Barat, Lampung. Ia merupakan anak tunggal, sehingga cukup dimanjakan oleh kedua orangtuanya. Apa yang ia inginkan akan diusahakan oleh orangtuanya. Namun tanpa disadari, hal ini menjadi sebuah kebiasaan bagi Diki. Sehingga saat ada hal yang tidak sesuai dengan kemauannya, Diki masih sering marah dan sulit mengendalikan emosinya.

Bahkan saat di rumah, Diki tidak pernah mendengarkan nasihat dari nenek dan ibunya. Sementara itu ayah Diki sering merantau untuk bekerja, sehingga Diki tidak selalu mendapat pendampingan langsung dari sosok ayah.

Namun, perlahan perubahan mulai terlihat setelah Diki mengikuti kegiatan School of Life di GITJ Candra Kencana selama satu tahun.

Melalui pendampingan karakter lewat modul School of Life, khususnya tema Self Awareness atau kesadaran diri, Diki belajar mengenali perasaannya. Ia diajarkan bahwa marah, sedih, dan kecewa adalah hal yang wajar. Akan tetapi, perasaan itu perlu disampaikan dengan cara yang baik, bukan dengan kata-kata kasar atau sikap yang menyakiti orang lain.

Tidak spontan, namun ia sudah mengalami perubahan secara perlahan. Ia tidak lagi semudah dulu untuk marah. Saat melakukan kesalahan, Diki mulai merasa bersalah dan mau meminta maaf. Di rumah, ia juga mulai membantu orang tua, seperti membersihkan halaman, mencuci piring, dan mencuci sepatu.

Perubahan sederhana ini membawa dampak besar dalam hidup Diki. Ia menjadi lebih taat, lebih mudah diarahkan, dan semangat belajarnya pun ikut meningkat. Prestasinya di sekolah juga mulai menunjukkan perkembangan yang baik.

Share berita baik ini yuk!