Alron Aline Rius Wau adalah anak laki-laki berusia 9 tahun yang duduk di kelas 5 SD. Ia dikenal sebagai anak yang aktif, penuh semangat, dan setia mengikuti kegiatan School of Life (SOL). Dalam setiap pertemuan, Alron hadir dengan sukacita dan menunjukkan ketertarikan untuk belajar.
Seiring waktu, keluarganya mulai melihat perubahan baik dalam hidup Alron. Ia menjadi anak yang lebih rajin berdoa, senang membaca firman Tuhan, dan mulai belajar taat kepada orang tuanya. Namun, di balik pertumbuhan itu, masih ada pergumulan yang ia hadapi. Alron terkadang sulit menerima keadaan ketika keinginannya tidak dipenuhi. Ia suka memaksakan kehendak dan dapat marah ketika mamanya berkata “tidak.”
Situasi ini membuat mamanya lelah dan sedih. Dalam diam, ia terus berharap agar Alron dapat belajar memahami kondisi keluarga dan bertumbuh menjadi anak yang lebih sabar.
Perubahan mulai terjadi ketika Alron mengikuti pembelajaran di School of Life dengan materi “Tubuhku Diciptakan oleh Allah” yang diajarkan oleh Sister Chris Sihura. Dalam materi itu, Alron belajar bahwa tubuh bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menggunakan dirinya untuk melakukan hal yang baik.
Ia belajar bahwa tangan bukan untuk memaksa, tetapi untuk menolong. Mulut bukan untuk menuntut, tetapi untuk berkata baik. Hati dan pikiran juga perlu dilatih agar seseorang mampu mengendalikan diri.
Pelajaran ini menyentuh hati Alron. Ia mulai menyadari bahwa selama ini ia perlu belajar menggunakan sikap, perkataan, dan keinginannya dengan cara yang lebih baik. Perlahan, perubahan kecil mulai terlihat. Ketika menginginkan sesuatu, Alron mulai belajar menahan diri. Saat mamanya berkata “tidak,” ia berusaha menerima, meskipun proses itu belum selalu mudah.
Bagi keluarganya, perubahan ini membawa sukacita. Melalui pendampingan School of Life, Alron belajar bahwa pertumbuhan karakter dimulai dari hati yang mau dibentuk. Dukungan para mitra dan donatur membantu anak-anak seperti Alron terus mendapatkan ruang belajar yang aman, penuh kasih, dan membangun masa depan mereka.
© Copyright 2024
Obor Berkat