Dulu, setiap kali diminta melayani di ibadah anak, Amel hampir selalu memberikan jawaban yang sama: “tidak ah, lain kali saja.” Bukan karena tidak mau, tetapi karena ia takut. Takut salah, takut ditertawakan teman, dan takut tidak bisa melakukannya dengan baik. Rasa malu itu membuat Amel, siswi kelas VII SMP PL Bonifasio Semarang, memilih menolak setiap kesempatan yang datang.
Perubahan mulai terjadi ketika Amel mengikuti pembelajaran Firman Tuhan dalam kelas pemuridan dan kegiatan School of Life (SOL) di Sanggar Belajar Elroy Semarang. Melalui materi karakter bertema Menjadi Saksi Kebenaran, Amel belajar bahwa melayani Tuhan bukan tentang siapa yang paling mampu, tetapi siapa yang mau taat dan melangkah. Ayat firman Tuhan yang menguatkan hatinya, “Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau,” menjadi pegangan yang terus ia ingat.
Suatu hari, Amel kembali diminta memimpin pujian di ibadah anak. Kali ini ia masih merasa takut, tetapi memilih untuk mencoba. Ia berdoa sederhana, meminta keberanian. Saat berdiri di depan, rasa takut yang biasanya muncul justru perlahan digantikan dengan damai dan sukacita. Pengalaman itu menjadi langkah awal yang mengubah cara pandangnya tentang pelayanan.
Kini Amel mulai berani terlibat dalam pelayanan Sekolah Minggu. Ia masih belajar, tetapi hatinya penuh semangat untuk terus melayani. Orang tuanya pun melihat perubahan itu dengan penuh syukur.
Bagi Amel, keberanian itu ternyata tidak datang sekaligus. Ia tumbuh pelan-pelan, lewat proses belajar, didampingi guru-guru SOL, dan melalui langkah kecil yang akhirnya membuka jalan bagi panggilannya untuk melayani.
© Copyright 2024
Obor Berkat