Leon Ingin Membuat Kakek dan Neneknya Bangga

Sejak kecil, Leon sudah belajar memahami arti kehilangan dengan cara yang tidak mudah. Anak laki-laki kelas 4 SD yang tinggal di Tana Toraja ini kini diasuh oleh kakek dan neneknya setelah kedua orang tuanya berpisah dan merantau ke luar daerah. Meski tetap dikelilingi kasih sayang, Leon sering merindukan suasana keluarga yang utuh seperti anak-anak lainnya.

Kerinduan itu ternyata memengaruhi sikapnya sehari-hari. Di kelas School of Life (SoL), Leon beberapa kali berusaha menarik perhatian tutor dan teman-temannya. Ia sengaja menjawab pertanyaan secara asal atau menunjukkan ekspresi berlebihan. Semua itu sebenarnya adalah cara Leon menyampaikan perasaan yang sulit ia ungkapkan dengan kata-kata.

Perubahan mulai terlihat ketika Leon mengikuti materi SoL dengan tema Aku dan Masa Depan. Melalui proses belajar bersama, ia mulai memahami bahwa dirinya tetap bisa bertumbuh menjadi anak yang mandiri dan berprestasi, meskipun situasi keluarganya tidak seperti yang ia harapkan. Ia pun mulai berani menetapkan mimpi: suatu hari nanti ingin menjadi pelaut.

Sejak saat itu, sikap Leon perlahan berubah. Ia terlihat lebih tenang, lebih bertanggung jawab, dan tidak lagi berusaha mencari perhatian dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Kini, Leon justru memiliki satu harapan sederhana yang ia simpan dalam hatinya—ingin membuat kakek dan neneknya bangga.

Dengan semangat baru, Leon terus belajar dan berdoa agar kelak ia bisa membahagiakan keluarga yang telah merawatnya dengan penuh kasih. Perjalanan Leon mengingatkan kita bahwa setiap anak tetap memiliki harapan, bahkan di tengah keterbatasan yang mereka alami.

Share berita baik ini yuk!