Perubahan Dimulai dari Sepiring Sarapan di Pagi Hari

Perubahan Dimulai dari Sepiring Sarapan di Pagi Hari

Setiap pagi, sebelum pelajaran dimulai di PAUD Ecclesia Atambua, ada satu momen sederhana yang kini selalu ditunggu anak-anak, waktu sarapan bersama. Bagi sebagian anak, termasuk Gabriel Revan Manu dan adiknya, Maria Clarissa Manu, momen ini membawa perubahan yang nyata.

Revan dan Clarissa berasal dari keluarga pedagang sayur keliling. Sehari-hari, bekal mereka ke sekolah sangat sederhana, biasanya nasi dengan telur atau tempe. Kadang mereka melihat teman lain membawa lauk yang lebih lengkap, dan tanpa disadari, perbedaan itu membuat beberapa anak merasa kurang percaya diri.

Sebagai guru, kami juga memperhatikan pertumbuhan Revan dan Clarissa yang cukup lambat. Berat badan mereka tergolong rendah, sehingga orang tua mereka pun sempat merasa khawatir.

Sejak program sarapan bergizi dari OBI hadir di sekolah, suasana mulai berubah. Anak-anak makan menu yang sama setiap hari, lengkap dengan sayur, protein, dan buah. Mereka duduk bersama, makan bersama, dan perlahan rasa percaya diri itu tumbuh.

Perubahan pun terlihat jelas. Berat badan Revan meningkat dari 14 kg menjadi 17 kg. Clarissa juga bertambah dari 11 kg menjadi 14 kg. Bahkan sekarang Clarissa sering meminta ibunya memasak sayur di rumah, seperti yang ia makan di sekolah.

Memang, selama bulan Maret tingkat kehadiran anak hanya sekitar 23% karena banyak hari libur, kegiatan ibadah, dan cuaca buruk. Namun dalam 16 hari sekolah efektif, ratusan porsi makanan tetap dibagikan kepada 21 anak setiap pagi.

Bagi kami, program ini bukan sekadar sarapan. Ini adalah langkah kecil yang membawa harapan besar—agar lebih banyak anak bisa tumbuh sehat, percaya diri, dan siap meraih masa depan yang lebih baik.

Share berita baik ini yuk!