Pelan-Pelan Berubah, Putri Belajar Menerima Dirinya Apa Adanya

Pelan-Pelan Berubah, Putri Belajar Menerima Dirinya Apa Adanya

Kartika Putri Siahaan, seorang anak berusia 12 tahun yang dikenal sebagai anak yang pemalu dan penyendiri di antara teman-temannya. Ia tumbuh besar di dalam keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya bekerja serabutan, sementara ibunya mengumpulkan barang rongsok untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Selama di sekolah, Putri sering menjadi sasaran ejekan karena warna kulitnya yang gelap dan rambutnya yang tipis. Inilah mengapa ia tumbuh menjadi anak yang sangat pemalu.

Saat pertama kali diajak bergabung dengan kegiatan School of Life (SOL) di GKMI Ekaristi, Lampung oleh kakaknya, Rafael, Putri menolak. Bahkan ketika tutor datang berkunjung ke rumah, ia bersembunyi di kamar. Butuh waktu hampir satu tahun pendekatan hingga akhirnya, di awal 2025, Putri kembali mencoba mengikuti kegiatan School of Life.

Di SOL, Putri belajar bahwa setiap anak berharga dan diciptakan Tuhan secara unik. Melalui materi seperti Tubuhku Diciptakan Tuhan dan Self Awareness, ia mulai melihat dirinya dengan cara yang berbeda. Perlahan, rasa malu dan takutnya berkurang. Ia belajar menerima dirinya, bahkan ketika masih ada teman yang mengejeknya.

Perubahan itu semakin terlihat ketika perayaan lomba 17 Agustus diadakan. Putri mengikuti berbagai lomba dengan penuh semangat, sesuatu yang dulu hampir tidak pernah ia lakukan. Ia bahkan berhasil meraih beberapa juara. Lebih dari sekadar kemenangan, keberanian Putri untuk tampil menjadi langkah besar dalam hidupnya.

Kini Putri hadir sebagai anak yang lebih percaya diri dan terbuka. Orang tuanya pun bersyukur melihat pertumbuhan ini. Mereka berharap Putri terus bertumbuh menjadi pribadi yang kuat, berani, dan yakin bahwa dirinya berharga.

Share berita baik ini yuk!