Sebuah bisul di ketiak kanannya membuat aktivitas sehari-hari yang biasanya ia lakukan dengan mudah menjadi sulit. “Waktu itu kondisi saya sangat sakit, karena bisulnya berada di ketiak sehingga saya sulit bergerak. Bahkan untuk mengangkat tangan saat memakai baju saja terasa sangat sakit karena bisa keluar nanah,” Ungkap Dice mengingat rasa sakit saat itu.
Saat itu Dice hanya bisa mengandalkan perawatan seadanya di rumah. Bukan karena ia tak mau berobat, melainkan karena akses layanan kesehatan cukup jauh dari desanya. Untuk bisa kesana harus menggunakan kendaraan bermotor.
Sementara itu Dice dan suaminya hidup di keluarga yang sangat sederhana. uaminya bekerja sebagai tukang kayu di sebuah gudang dekat rumah. Penghasilannya tidak menentu dan sangat bergantung pada cuaca. Pada musim panas, ia bisa memperoleh sekitar Rp700.000–Rp800.000 per bulan. Namun ketika musim hujan datang, penghasilan itu bisa turun hingga setengahnya.
Dengan kondisi seperti ini, pergi membeli obat bukan hal yang utama. Sampai akhirnya sebuah harapan muncul saat ia mengikuti ibadah di GMIT Efrata Karisin.
Dalam ibadah di gereja, diumumkan bahwa akan diadakan kegiatan bakti sosial kesehatan OBI setelah ibadah selesai. Tanpa pikir panjang, Dice datang ke BAKSOS tersebut.
Setelah mendaftar, Ibu Dice diperiksa oleh tim kesehatan. Dari hasil pemeriksaan, ia didiagnosis mengalami furunkel, atau yang lebih dikenal sebagai bisul, akibat infeksi pada kulit. Ia kemudian menerima empat jenis obat, lengkap dengan penjelasan detail mengenai cara mengonsumsinya dengan benar. Ibu Dice mendengarkan dengan saksama, hatinya dipenuhi rasa syukur.
“Setelah berobat, saya diberi obat untuk diminum setelah makan pagi dan malam. Saya mengonsumsi obat tersebut selama sekitar dua hari, dan pada waktu itu bisulnya sudah hampir pecah. Setelah minum obat, rasa sakitnya mulai berkurang sampai akhirnya sembuh dan hilang.”
Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Dice menyampaikan terima kasih yang tulus atas layanan kesehatan yang diberikan. Baginya, layanan kesehatan seperti ini sangat membantu masyarakat di sekitar gereja, terutama para lansia dan keluarga yang selama ini kesulitan mengakses pengobatan yang terjangkau.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih Obor Berkat Indonesia yang sudah mengadakan kegiatan bakti sosial kesehatan ini. Lewat pelayanan ini, orang-orang yang sedang sakit bisa datang berobat dan mendapatkan obat, seperti yang saya alami.”
Tindakan kecil yang Anda ambil setiap harinya selalu memberikan dampak besar kepada masyarakat seperti Dice lewat layanan kesehatan kami. Terima kasih atas kesetiaan Anda untuk terus menolong orang lain bersama Obor Berkat Indonesia.
© Copyright 2024
Obor Berkat