Dari Kebun Sekolah, Debi Mulai Mengenal Hidup Sehat

Dari Kebun Sekolah, Debi Mulai Mengenal Hidup Sehat

Debi Genaya Halla (7 tahun), berasal dari keluarga yang sederhana. Saat ini ia duduk di kelas B SPS Sion Sasi, kota Kefamenanu. Ayahnya seorang buruh tani dengan upah yang jauh dari kata cukup. Sehingga terkadang sulit memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka. Apa yang tersedia di rumah itulah yang dimakan. Biasanya hanya nasi dan mie. Sayur dan lauk bergizi seperti telur atau daging tidak selalu ada.

Hal inilah yang membuat Debi tidak terlalu suka dengan rasa sayur, karena ia tidak terbiasa makan sayur. Ia tidak tahu vitamin dari sayur sangat dibutuhkan oleh tubuhnya, yang ia tahu makan agar kenyang.

Ketika Debi mulai bersekolah di PAUD Super5, ia diperkenalkan pada sesuatu yang baru: kegiatan Garden in School. Di sana, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan bernyanyi, tetapi juga belajar menanam sayur dan merawat ayam petelur. Debi ikut menyentuh tanah, menanam benih, menyiram tanaman setiap pagi. Ia juga melihat bagaimana ayam-ayam yang dirawat bersama bisa menghasilkan telur.

Kandang ayam di PAUD Super5 Sion Sasi

Awalnya, semua itu hanya terasa seperti kegiatan bermain. Namun perlahan, Debi mulai memahami maknanya. Guru-gurunya menjelaskan dengan sederhana bahwa sayur baik untuk tubuh, membantu anak-anak tumbuh sehat dan kuat. Telur yang mereka kumpulkan juga menjadi tambahan gizi yang penting.

Yang membuat perubahan itu terasa nyata adalah ketika Debi bisa mencicipi hasilnya sendiri. Sayur yang ia tanam bersama teman-temannya dimasak dan dimakan bersama. Telur yang diambil dari kandang menjadi bagian dari menu mereka di sekolah. Karena ia ikut menanam dan merawatnya, Debi merasa lebih dekat dengan makanan itu. Ia mulai terbiasa makan sayur, sesuatu yang sebelumnya jarang ia nikmati di rumah.

Perubahan itu tidak terjadi dalam semalam. Namun hari demi hari, Debi belajar bahwa makanan sehat bukan hanya soal rasa, tetapi tentang menjaga tubuh yang Tuhan berikan. Dari seorang anak yang terbiasa makan seadanya, kini Debi mulai mengenal gizi, mengenal proses, dan perlahan membangun kebiasaan yang lebih sehat.

Share berita baik ini yuk!