Dela Safira Liunokas (12 tahun) merupakan salah satu anak yang dibimbing di sanggar belajar Betel Tumu, NTT. Ia dikenal sebagai anak yang lembut dan sopan. Dela berasal dari keluarga besar dengan tujuh bersaudara. Ayahnya bekerja di Kalimantan, sementara sehari-hari Dela tinggal bersama kakek dan neneknya yang merawatnya dengan penuh kasih. Di tengah kondisi keluarga yang sederhana, Dela tetap tumbuh sebagai anak yang rajin dalam belajar.
Seperti kebanyakan anak seusianya, Dela memiliki tubuh yang sehat dan aktif. Namun sebelumnya, ia belum benar-benar menyadari bahwa tubuh yang dimilikinya adalah anugerah dari Tuhan yang perlu dijaga dan disyukuri. Hal itu terlihat ketika seorang tutor bertanya, “Apakah Dela pernah mendoakan anggota tubuhmu?” Dengan jujur ia menjawab, “Tidak terlalu sering.” Jawaban itu sederhana, tapi menunjukkan bahwa ia belum terlalu memikirkan pentingnya merawat tubuh, baik secara fisik maupun melalui doa.
Pemahaman Dela mulai berubah saat ia mengikuti materi School of Life tentang “Tubuhku Diciptakan oleh Tuhan.” Dalam sesi tersebut, para tutor menjelaskan bahwa setiap bagian tubuh—mata, telinga, tangan, dan kaki—memiliki fungsi yang baik dan merupakan pemberian Tuhan. Anak-anak diajak untuk melihat tubuh mereka sebagai sesuatu yang berharga, yang perlu dijaga dan disyukuri setiap hari.
Pada akhir sesi, anak-anak diajak untuk berdoa bagi setiap bagian tubuh mereka. Saat itulah Dela mulai menyadari bahwa selama ini ia jarang melakukannya. Dari pengalaman sederhana itu, ia membuat komitmen pribadi untuk mulai mendoakan tubuhnya agar tetap sehat, kuat, dan terlindungi.
Sejak saat itu, Dela mulai belajar melihat tubuhnya dengan cara yang berbeda. Ia menjadi lebih sadar bahwa tubuh yang ia miliki adalah berkat yang perlu dijaga. Perubahan ini mungkin terlihat kecil, tetapi menjadi langkah awal bagi Dela untuk bertumbuh dalam rasa syukur dan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
© Copyright 2024
Obor Berkat