Banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah pada 24–25 Desember 2025 menjadi momen yang tak terlupakan bagi keluarga Bapak Tappil Sibue. Tinggal di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan, Bapak Tappil bersama istrinya, Yuliana, dan tiga anak mereka yang masih SD harus menghadapi kenyataan pahit ketika air datang begitu cepat menggenangi rumah mereka.
Awalnya, hujan deras yang turun sejak 24 Desember dianggap sebagai hujan biasa. Namun menjelang malam, air mulai naik perlahan hingga masuk ke teras rumah. Yuliana yang sedang merapikan dapur menyadari situasi mulai berbahaya. Tak lama kemudian, air setinggi betis orang dewasa sudah mengalir deras ke pemukiman warga.
Tanpa sempat menyelamatkan pakaian atau barang berharga, Bapak Tappil segera membawa anak-anak ke rumah tetangga yang lebih tinggi. Malam itu menjadi malam penuh ketegangan. Tempat tidur, lemari, dan perabotan rumah tangga terendam banjir. Mereka terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Di tengah kepanikan, Yuliana memeluk anak-anaknya dan berbisik, “Jangan takut, Tuhan pasti pelihara kita.” Kalimat sederhana itu menjadi penguat di tengah kehilangan. Meski sedih melihat rumah rusak dan harta benda hilang, mereka bersyukur seluruh keluarga selamat.
Beberapa hari kemudian, saat air surut, keluarga ini kembali ke rumah yang dipenuhi lumpur dan bau tanah basah. Dengan semangat gotong royong, mereka mulai membersihkan sisa-sisa banjir. Bapak Tappil mengikis lumpur di dinding, anak-anak membantu semampunya, dan Yuliana menyiapkan makanan sederhana.
“Harta bisa hilang, rumah bisa rusak, tapi selama kita tetap bersama dan percaya kepada Tuhan, kita bisa bangkit kembali,” ujar Bapak Tappil.
Bencana banjir memang meninggalkan luka, tetapi juga mempererat ikatan keluarga ini. Kisah keluarga Bapak Tappil Sibue menjadi pengingat bahwa dalam situasi tersulit sekalipun, kebersamaan, iman, dan kepedulian sesama adalah fondasi yang membuat keluarga tetap berdiri teguh.
© Copyright 2024
Obor Berkat