Saat seorang anak yang sebelumnya ceria tiba-tiba memilih untuk menutup diri, tentu muncul pertanyaan: apa yang sebenarnya ia alami hingga berubah seperti itu? Pertanyaan inilah yang terlintas di benak para guru PKBM OBI ketika melihat Vanessa Nur Azizah saat itu.
Seorang siswi Paket B di PKBM OBI Tanah Harapan. Di kelas, ia dikenal sebagai anak yang tenang, jarang berbicara, dan sulit membuka diri kepada teman-temannya. Melihat sikapnya yang berbeda, para guru berusaha mendekatinya pelan-pelan. Mereka tidak memaksa, hanya hadir dan memberi ruang yang aman. Dari situlah kisah masa kecil Vanessa mulai terungkap.
Sejak kecil, Vanessa hidup dalam keluarga yang jauh dari kata aman. Ayahnya sering melakukan kekerasan, baik kepada ibunya maupun kepada dirinya. Hampir setiap hari ia menyaksikan pertengkaran, bentakan, bahkan pukulan. Selain harus hidup dalam kondisi ekonomi yang serba kekurangan, suasana rumah yang penuh ketakutan membuat masa kecilnya jauh dari kata bahagia.
Akhirnya, kedua orang tuanya berpisah. Ayahnya menikah lagi, sementara ibunya berjuang sendiri membesarkan anak-anaknya. Namun perpisahan itu tidak langsung menghapus luka Vanessa. Rasa marah dan kecewa ia simpan sendiri selama bertahun-tahun.
Semua pengalaman itu membuat Vanessa tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Kekerasan yang kerap ia dapatkan dulu terus menghantuinya. Membuatnya takut tidak diterima oleh orang lain. Sampai akhirnya guru-guru PKBM OBI mulai memberikan bimbingan konseling kepadanya dan berusaha hadir untuk Vanessa. Dalam salah satu sesi, ia belajar tentang kasih dan pengorbanan Tuhan. Penjelasan tentang kasih yang rela berkorban menyentuh hatinya.
“Tuhan menebus dosa saya, untuk itu saya akan mencoba untuk mengampuni ayah saya..” ungkapnya.
Kalimat itu sederhana, tetapi sangat berarti. Dari sana, Vanessa mulai belajar mengampuni. Ia memahami bahwa mengampuni bukan berarti melupakan, tetapi memilih untuk tidak terus hidup dalam luka.
Kini, Vanessa mulai berubah. Ia lebih terbuka, lebih tenang, dan tidak lagi dikuasai amarah. Ia belajar melihat masa lalunya dengan cara yang baru. Perjalanannya memang belum selesai, tetapi ia sudah mengambil langkah besar: memilih untuk bangkit dan hidup dengan hati yang lebih bebas.
© Copyright 2024
Obor Berkat