Setiap pagi, tangis itu selalu terdengar. Seorang anak kecil menutup kedua telinganya dengan erat, air mata mengalir di pipinya. Suara ramai di kelas terasa begitu menakutkan baginya. Bahkan panggilan guru yang sedikit lebih keras bisa membuatnya merasa seperti sedang dimarahi. Anak itu adalah Allena Aprilia Manafe.
Allena adalah anak tunggal dari pasangan Ayah Apri Manafe dan Ibu Elia Tri Sukarni. Ia bergabung di PAUD Super5 GKPKR Kupang saat berusia lima tahun. Namun, awal perjalanannya di sekolah tidaklah mudah. Allena takut pada keramaian dan suara keras. Setiap hari ia menangis di kelas. Ketika mendengar orang berbicara dengan nada tinggi, ia langsung menutup telinganya dan menangis karena merasa dibentak.
Pada semester pertama, ibunya harus selalu mendampingi di dalam kelas. Tanpa kehadiran sang ibu, Allena diliputi ketakutan. Orang tuanya memahami kondisi ini dan tidak menyerah. Mereka berkoordinasi dengan guru untuk mencari solusi terbaik.
Perubahan mulai terjadi lewat hal-hal sederhana: kata-kata yang menguatkan. Ibunya sering berkata, “Alena sudah berusaha, Alena sudah berdoa. Kalau belum berhasil, tidak apa-apa. Papa mama tetap bangga.” Guru-guru pun memberikan dukungan yang sama. Setiap keberanian kecil dirayakan dengan pujian seperti, “Smart Alena!” atau tepuk tangan dari teman-teman sekelasnya.
Tema pembelajaran Super5, “Aku Berani”, menjadi titik penting dalam pertumbuhan Allena. Perlahan tapi pasti, rasa takut itu mulai tergantikan oleh keberanian.
Memasuki semester kedua, Allena tidak lagi didampingi ibunya di kelas. Kini ia duduk di Kelompok B (usia 5–6 tahun). Ia berani memimpin doa di depan teman-temannya. Bahkan pada Oktober 2024, Allena menjadi satu-satunya perwakilan sekolah dalam lomba mewarnai antar-PAUD se-Kota Kupang. Tanpa didampingi guru maupun orang tua, ia tetap tenang, meski banyak peserta lain menangis.
Perjalanan Allena mengingatkan kita bahwa setiap anak memiliki potensi untuk bertumbuh. Dengan kasih, kesabaran, dan dukungan yang konsisten, ketakutan dapat berubah menjadi keberanian. Dan di balik setiap anak yang berani, selalu ada keluarga dan pendidik yang percaya lebih dulu.
© Copyright 2024
Obor Berkat