Pernah Meludah Ketika Marah, Ini yang Membuat Lugi Berubah

Lugi Trimayito, atau yang akrab disapa Lugi (5 tahun), merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara di salah satu desa di Darit. Ia masuk ke  PAUD Kebun Anggur Nusantara sejak bulan Juli 2025. Saat pertama masuk PAUD, ia selalu menangis setiap kali ditinggal orang tuanya, marah, memukul, bahkan meludah jika berusaha ditenangkan. Perilaku ini ternyata muncul karena ia terbiasa dimanja saat di rumahnya, karena ia anak laki-laki satu-satunya.

Dua minggu pertama ia masuk sekolah adalah masa paling berat bagi guru dan orang tua. Pernah suatu hari, ketika guru mencoba menenangkan Lugi dengan menggendongnya, ia justru dipukul dan diludahi. Lugi tidak mau mengikuti aturan, tidak mau ikut kegiatan Circle Time, dan memilih bermain sendiri saat teman-temannya mendengarkan renungan pagi.

Namun semuanya mulai berubah pada minggu ketiga. Perlahan ia mulai duduk tenang mendengarkan renungan bersama teman-temannya. Sampai akhirnya ketika anak-anak diminta untuk menghafal Super Ayat dari 1 Yohanes 3:1 dibacakan: “Lihatlah betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah.”

Ketika guru bertanya siapa yang ingin menjadi anak Allah, tangan Lugi terangkat bersama teman-temannya. Gurunya menjelaskan bagaimana sikap kita sebagai anak Allah saat berada di kelas dan saat belajar.

Sejak hari itu, sesuatu dalam diri Lugi berubah. Ia mulai mau berdoa, mengikuti renungan, bahkan di rumah ia suka menyanyikan lagu rohani. Ia tidak lagi memukul atau meludah. Bahkan ia mulai belajar menyimpan sepatu dan tasnya dengan rapi. Orang tua Lugi sangat bersyukur dengan perubahan anak mereka yang tidak semanja dulu.

Perubahan Lugi sederhana, namun menyadarkan kita bahwa kebiasaan yang dibentuk dari rumah ternyata membentuk karakter anak saat ia berada di lingkungan luar. Dengan dukungan dan arahan yang tepat, seorang anak tentu bisa berubah jadi anak yang lebih baik dalam bersosialisasi kedepannya.

Dukung terus pemuridan Super5 disini

Share berita baik ini yuk!