Aldi dan Perjalanan Menemukan Keberanian untuk Belajar Kembali

Aldi dan Perjalanan Menemukan Keberanian untuk Belajar Kembali

Kadang, sebuah luka kecil dapat meninggalkan jejak yang besar. Namun, dari luka yang sama, harapan baru juga bisa tumbuh. Inilah kisah Andrius Kristian Wonda—atau Aldi, begitu ia akrab disapa—seorang anak dari komunitas SoL GKKD Buper, Waena, yang perlahan bangkit dari pengalaman yang menggores masa kecilnya.

Sekilas, Aldi tampak seperti anak yang aktif saat bermain bersama teman-temannya di SoL. Ia mudah tersenyum, mudah berbaur. Namun di balik itu, tersimpan kisah yang membuat langkah pendidikannya terhenti selama dua tahun.

Beberapa tahun lalu, Aldi mengalami perlakuan kasar dari gurunya. Bukan hanya kata-kata keras—ia bahkan pernah dipukul. Pengalaman itu menanamkan rasa takut yang dalam setiap kali ia harus berhadapan dengan suasana sekolah. Baginya, belajar bukan lagi sesuatu yang menyenangkan; belajar berubah menjadi ancaman.

Ketika pertama kali datang ke sanggar belajar, Aldi adalah anak yang berbeda dari sosoknya yang ceria di luar kelas. Ia pendiam, ragu, dan cenderung menghindar bicara. Saat diminta membaca, ia hanya mampu mengeja huruf demi huruf—perlahan, ragu, dan nyaris tanpa percaya diri. Trauma yang ia bawa tampak jelas dalam setiap geraknya.

Namun sanggar belajar menjadi titik awal yang baru. Dengan pendekatan yang penuh kesabaran, suasana belajar yang aman, serta pendampingan yang hangat, Aldi mulai membuka diri. Sedikit demi sedikit, ia kembali berani belajar membaca. Ia mulai mengangkat tangan untuk bertanya, memberikan pendapat, bahkan mengambil peran dalam doa pembuka sebelum kelas dimulai.

Yang paling mengharukan, percaya dirinya tumbuh begitu kuat hingga ia mengajak adik dan kakaknya untuk ikut belajar bersama. Dari seorang anak yang takut pada sekolah, Aldi kini menjadi contoh kecil tentang keberanian untuk bangkit.

Perjalanannya mengingatkan kita bahwa pendidikan bukan sekadar soal pengetahuan, tetapi juga tentang rasa aman, dukungan, dan kesempatan kedua. Dan di sanggar belajar, Aldi menemukan semuanya.

Share berita baik ini yuk!