Tidak semua anak punya perjalanan belajar yang mudah. Tapi dari kesederhanaan hidupnya, Al mengajarkan kita bahwa perubahan bisa terjadi ketika seorang anak merasa dihargai dan didukung.
Al, begitu ia dipanggil, adalah anak laki-laki berusia 10 tahun yang duduk di kelas 5 SD. Ia adalah anak tunggal dari pasangan Elsap dan Nova. Keluarga kecil ini hidup sederhana. Ayah Al tidak memiliki pekerjaan tetap, sementara ibunya mengurus rumah dan keluarga. Meski begitu, mereka selalu berusaha memberikan kasih sayang terbaik untuk Al.
Di sekolah, Al sering mengalami kesulitan. Ia belum bisa berbicara dengan jelas, membaca dan menulis pun masih sangat terbatas, begitu juga kemampuan berhitungnya. Saat bekerja dalam kelompok, Al sering mengganggu teman-temannya karena ia tidak tahu harus berbuat apa. Hal ini membuat teman-temannya enggan berada satu kelompok dengannya.
Namun, titik terang mulai terlihat ketika Al mengikuti program School of Life (SoL) di GBI Jemaat Palopo. Dalam pembelajaran bertema Self Awareness, Al mulai mengerti sesuatu yang penting: bahwa dirinya berharga dan dicintai Tuhan, apa pun kekurangannya.
Sejak saat itu, Al mulai berusaha lebih sungguh-sungguh. Ia ingin menutup kekurangannya, bukan dengan menyembunyikannya, tetapi dengan belajar perlahan-lahan. Para tutor SoL mendampingi Al dengan penuh kesabaran, mengajarinya membaca, menulis, dan membantu Al membangun rasa percaya diri.
Usaha itu membuahkan hasil. Kini Al sudah bisa bekerja sama dengan teman-temannya. Ia tidak lagi menjadi anak yang dijauhi. Ia mulai lebih tenang, lebih percaya diri, dan lebih mau belajar. Yang paling penting, Al sekarang tahu bahwa dirinya istimewa di hadapan Tuhan. Ia percaya suatu hari nanti ia bisa berhasil dan menjadi kebanggaan keluarganya.
Perjalanan Al masih panjang, tetapi ia sudah mengambil langkah pertamanya. Dan dari seorang anak yang dulu merasa tidak mampu, kini tumbuh harapan baru: bahwa setiap anak, sekecil apa pun usahanya, berhak mendapat kesempatan untuk bertumbuh dan bersinar.
© Copyright 2024
Obor Berkat