Setiap pagi, ayam belum berkokok, Adinda Intan Zakyiah sudah bangun dan membantu ibunya di dapur. Anak perempuan yang berusia 11 tahun yang kerap disapa Dinda ini tumbuh dalam keluarga sederhana bersama kedua orangtua dan adiknya. Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga yang mengurus rumah dan adiknya yang masih belita. Sementara itu neneknya yang renta, hanya menemani ibunya di rumah saat Dinda dan ayahnya tidak di rumah.
Terkadang Dinda merasa lelah melakukan rutinitas ini setiap hari. Namun sebagai anak pertama, ia merasa harus kuat. Akan tetapi pernyataan ini berbanding terbalik dengan kenyataan di sekolah. Karena merasa kelelahan, ia mulai tertinggal, terutama di pelajaran sains dan olahraga. Aktivitas sekolah yang padat, ditambah tanggung jawab di rumah, membuat ia malas belajar dan nilainya menurun.
Ia bercerita kepada tutor tentang apa yang ia rasakan saat di sanggar School of Life. Mendengar apa yang Dinda ceritakan, tutor School of Life kembali mengingatkan Dinda mengenai materi “Pribadi yang Bertanggung Jawab”. Dari materi ini Dinda memahami bahwa ia yang bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Meskipun tidak mudah, akan tetapi ia harus berusaha keras agar ia bisa menggapai cita-citanya. “Saya pelan-pelan mulai bisa mengatur waktu belajar, terutama ketika harus belajar di rumah.” ucapnya.
Perubahan yang ia alami tidak berubah dalam waktu singkat. Saat ia lelah mengatur waktu belajarnya, ia akan beristirahat sebentar kemudian kembali belajar lagi. Sehingga saat ini ia sudah belajar di rumah secara rutin dan berani bertanya saat tidak paham materi yang ia pelajari.
Usahanya pun berbuah baik, kini nilai sekolahnya meningkat. Ia juga semakin bersemangat belajar dan percaya diri. Perkembangan Dinda tidak hanya terlihat di kelas. Ia beberapa kali dipercaya mewakili sekolah dalam lomba tingkat kecamatan Candiroto, hal yang tidak terbayangkan dengan nilai sekolahnya yang dulu. “Kami bersyukur, Dinda berubah menjadi lebih termotivasi dan disiplin. Banyak hal baik yang ia dapatkan,” ujar ibunya.
Setiap dukungan yang Anda berikan bukan hanya membantu mereka belajar, tetapi juga menyalakan harapan baru dalam hidup mereka.
Ayo terus berdonasi, dan biarkan Tuhan memakai kita untuk membangun masa depan mereka.
© Copyright 2024
Obor Berkat