Setiap pagi, anak-anak PAUD Super5 OBI Tanah Merah berangkat ke sekolah dengan baju yang rapi, rambut yang disisir rapi dan wangi. Semua perlengkapan mereka untuk ke sekolah sudah disiapkan dengan rapi oleh orangtua mereka, berbeda dengan Yuanita Ivana Putri. Anak yang masih berusia 5 tahun itu harus bersiap sendiri, dibantu sedikit oleh oma dan opa yang mengasuh ia dan kakaknya.
Karena kondisi keluarga yang tidak utuh dan hidup dalam keterbatasan, memaksa ia dan saudaranya tinggal bersama oma dan opa di kawasan padat penduduk di Tanah Merah. Tidak hanya Yuanita, di rumah itu ia tinggal bersama saudara sepupunya yang lain. Oma yang mengasuh mereka hampir 24 jam setiap harinya, sementara orang dewasa lainnya mencari nafkah. Hal inilah yang membuat kebersihan Yuanita tidak dapat diperhatikan dengan baik.
“Waktu awal masuk, penampilan mereka berantakan. Rambutnya kurang bersih dan penuh kutu,” cerita Mrs. Ella, salah satu guru PAUD OBI.
Keberadaan Yuanita dengan kondisi seperti itu membuat beberapa wali murid merasa cemas. Mereka khawatir kutu di rambut Yuanita akan menular ke anak-anak PAUD lainnya.
Melihat ini guru-guru tidak tinggal diam. Mereka segera memandikan dan mencuci rambut Yuanita dengan sampo antibakteri, memakai sisir serit dan obat pembasmi kutu. Meskipun tidak prosesnya menyita waktu yang cukup lama, namun guru-guru PAUD Super5 OBI tetap telaten untuk merawat Yuanita.
Namun, besoknya, kutu masih muncul lagi, kemungkinan tertular dari saudara lain di rumah. Guru-guru pun melakukan kunjungan rumah dan melihat langsung kondisi tempat tinggal yang penuh sesak dan berantakan.
Pada awalnya, oma hanya tertawa kecil saat diajak bicara soal kebersihan. Namun setelah dijelaskan dengan sabar, ia mulai mengubah cara merawat cucu-cucunya. “Sekarang mereka datang sudah rapi. Bajunya disetrika, rambutnya bersih,” kata Bu Ella bersyukur.
Kini, setiap hari rambut Yuanita dicuci hingga bersih. “Sekarang enak, sudah tidak gatal,” ucapnya pelan. Teman-temannya pun tak lagi menjauh; ia bisa bermain dengan lebih percaya diri.
Selama sekitar satu bulan, perhatian ekstra dari guru dengan mengajarkan kebiasaan hidup bersih di sekolah, dan kerja sama keluarga pelan-pelan mengubah hidup Yuanita. Rambutnya sekarang bersih tanpa kutu, tubuhnya lebih segar, dan ia mulai berani tersenyum.
Perhatian guru-guru kepada anak-anak didik mereka, tanpa memandang latar belakang, adalah hal yang sangat berharga. Hati mereka yang tulus untuk melayani menolong anak-anak ini punya masa depan yang lebih baik. Namun mereka tidak bisa berjalan sendiri. Guru-guru dan anak-anak ini tetap membutuhkan dukungan Anda, agar semakin banyak anak dari keluarga rentan bisa bertumbuh dengan sehat dan penuh harapan.
© Copyright 2024
Obor Berkat