Indonesia, tanah air kita, dikaruniai kekayaan alam yang luar biasa; laut yang luas, hutan yang lebat, tanah yang subur. Alam memberi kehidupan; tongkat dan kayu pun bisa tumbuh menjadi tanaman. Selama berabad-abad, masyarakat Indonesia hidup selaras dengan alam yang memberi tanpa henti. Namun kini, pertanyaannya: apakah semuanya masih sama?
Beberapa tahun terakhir, bencana yang dipicu perubahan iklim semakin sering terjadi; banjir, longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan. Perubahan iklim bukan sekadar soal cuaca, melainkan krisis kemanusiaan yang mengancam kehidupan jutaan orang.
Data BNPB mencatat peningkatan bencana hingga 82% dalam satu dekade terakhir, sebagian besar disebabkan oleh perubahan pola iklim. Petani kehilangan panen karena musim tak menentu, masyarakat pesisir terancam oleh naiknya permukaan laut, dan kekeringan panjang menurunkan produktivitas pangan. Hilangnya sumber penghidupan mendorong urbanisasi besar-besaran, memperparah eksploitasi alam dan ketimpangan sosial.
Sebagai umat beriman, kita tidak dipanggil untuk diam.
Keadilan iklim menuntut tanggung jawab moral dan spiritual untuk berpihak pada mereka yang paling terdampak. Firman Tuhan berkata,
“TUHAN melaksanakan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.”
(Mazmur 103:6)
Keadilan ini menuntun kita untuk tidak hanya menjaga ciptaan, tetapi juga memperjuangkan hak hidup bagi sesama yang kehilangan akibat rusaknya alam.
Dalam semangat oikoumenis, Yayasan Obor Berkat Indonesia turut mendukung kegiatan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bersama berbagai aras, lembaga pendidikan, dan organisasi kemanusiaan melalui Konsultasi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim (MAPI) di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, 15–17 Oktober 2025.
Momentum ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas iman dan lembaga untuk memperkuat komitmen terhadap aksi kemanusiaan dan keadilan iklim; bergerak bersama dalam mitigasi bencana, pendidikan lingkungan, serta pemulihan kehidupan masyarakat.
Kini saatnya iman diwujudkan dalam tindakan, dan kasih menjadi kekuatan untuk memulihkan dunia.
Merawat bumi berarti merawat sesama.
Melalui keadilan iklim dan aksi kemanusiaan yang oikoumenis, kita mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah bagi seluruh ciptaan; membangun dunia yang lebih adil, damai, dan penuh harapan.
Sampai bertemu di Konas PRB–MAPI! 🌿
© Copyright 2024
Obor Berkat