Bayangkan seorang remaja yang merasa sendirian, kehilangan arah, bahkan ragu apakah dirinya berharga. Itulah masa-masa yang pernah dialami Welnis, seorang anak yatim piatu dari Desa Bawomataluo, Nias Selatan. Hidup bersama nenek yang sudah buta dan adiknya, ia sempat tenggelam dalam rasa malu dan kesedihan. Di luar rumah, banyak orang menjauhinya karena aib keluarga, membuatnya merasa tidak diterima.
Namun, di pertengahan 2022, hidup Welnis mulai berubah ketika ia bergabung sebagai murid School of Life (SOL). Di tempat ini, ia bukan hanya menemukan teman-teman baru, tapi juga merasakan bahwa dirinya berharga dan dibutuhkan. Baginya, SOL menjadi oase yang memberi harapan baru.
Perubahan besar datang pada 2023, saat doa pengutusan diadakan. Di usia 14 tahun, Welnis memberanikan diri melangkah lebih jauh: ia memutuskan menjadi tutor sebaya. Awalnya ia hanya membantu guru memasak makanan bergizi atau membersihkan ruangan. Namun, perlahan ia mulai dipercaya untuk mengajar pelajaran seperti Matematika, Bahasa Indonesia, hingga kurikulum SOL sendiri. Kata-kata Brother Benediktus selalu terngiang di telinganya: “Kamu mampu lebih dari yang kamu pikir. Setiap langkah kecil adalah kemajuan.”
Tentu, menjadi tutor sebaya bukan tanpa tantangan. Welnis sering merasa ragu, takut gagal, bahkan malu. Namun ia belajar bahwa mengajar bukan sekadar tugas, melainkan pelayanan bagi Tuhan. Ia terus berdoa, membaca Kitab Suci, dan belajar agar semakin siap. Dukungan para guru pun membuatnya semakin teguh melangkah.
Yang membuat kisah ini semakin indah, Welnis adalah anak Katolik di tengah komunitas mayoritas Protestan. Namun ia tidak pernah merasa dikucilkan. Justru, perbedaan itu mengajarkannya arti persaudaraan sejati dalam kasih Tuhan.
Kini, Welnis tidak lagi sekadar murid. Ia menjadi sahabat, kakak, sekaligus inspirasi bagi adik-adik di SOL. Ia ingin anak-anak lain juga merasakan sukacita yang ia alami—bahwa mereka berharga, dicintai, dan bisa bermimpi besar.
Bagi Welnis, School of Life adalah petualangan ajaib yang menyiapkan dirinya menghadapi masa depan dengan iman, cinta, dan keberanian.
© Copyright 2024
Obor Berkat