Holy Belajar Mengasihi: Perjalanan Anak 11 Tahun Melawan Sikap Bullying

Holy Belajar Mengasihi: Perjalanan Anak 11 Tahun Melawan Sikap Bullying

Jessica Holy Aurillia Kristinardi, atau akrab dipanggil Holy, adalah siswi kelas 6 SD yang tinggal di Kelurahan Gayamsari, Kota Semarang. Usianya baru 11 tahun, namun perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa perubahan sikap bisa dimulai sejak dini.

Dulu, Holy sering mengerjai teman sekelasnya. Ia suka mengolok-olok, mendorong, atau menggoda mereka hanya karena ingin ikut-ikutan teman lain. Bagi Holy, semua itu terasa menghibur, meskipun ia tahu bahwa perbuatannya salah dan menyakiti orang lain.

Titik balik mulai terjadi ketika Holy mengikuti kelas karakter di School of Life (SOL) yang diadakan di Gereja Jemaat Kristen Indonesia Injil Kerajaan Satelit Citarum. Saat topik bullying dibahas, Holy sadar bahwa apa yang ia lakukan bisa menjadi bentuk perundungan. Ia belajar bahwa meskipun terlihat sepele, candaan yang menyakitkan tetap meninggalkan luka pada hati orang lain.

Lebih dalam lagi, Holy juga mengingat bahwa Yesus mengasihi semua orang, termasuk teman-teman yang pernah ia ganggu. Dari sana, ia mulai bertekad untuk berubah. Holy ingin bercanda bukan lagi untuk menyakiti, melainkan untuk membawa sukacita bagi teman-temannya.

Kini, meski ia mengaku belum bisa sepenuhnya berhenti usil, Holy berusaha agar setiap candaan tidak lagi menyakiti orang lain. Perubahan ini juga dirasakan oleh Ezra, teman sekelasnya. “Dulu Holy suka menggoda, sangat menyebalkan. Tapi sekarang berbeda. Ia masih suka iseng, tapi tidak menyakitkan. Holy jadi teman yang lebih menyenangkan,” ujarnya.

Kisah Holy mengajarkan bahwa pendidikan karakter sejak dini sangat penting. Dengan pendampingan yang tepat dan kasih Tuhan, anak-anak bisa bertumbuh menjadi pribadi yang lebih mengasihi dan berdampak positif bagi lingkungannya.

Share berita baik ini yuk!