Sanggar Belajar Menyembuhkan Luka Arlyn

Sanggar Belajar Menyembuhkan Luka Arlyn

Arlyn merupakan seorang anak kecil berusia 10 tahun yang dipaksa tumbuh tanpa pedampingan sosok ayah. Sejak usianya belum genap 1 tahun, Arlyn hanya tinggal bersama nenek, ibu dan kakaknya. Ibunya merupakan tulang punggung keluarga mereka, sehingga harus bekerja keras. Sementara kakaknya menempuh pendidikan di daerah lain yang dan tinggal di asrama. “Kadang kalau ingat ayah, aku sedih,” ungkap Arlyn sedih. “Aku sering cari tempat sepi, lalu bicara sama Tuhan. Aku minta supaya ayah bisa kembali.”

Terbiasa memendam kesedihannya sendiri, membuat Arlyn tumbuh menjadi anak yang mudah marah, sulit dinasihati, bahkan hingga kelas 2 SD ia belum bisa membaca dengan lancar. “Dulu aku diejek karena nggak punya ayah sama temen di sekolah, aku marah sama kesel…” ceritanya.

Melihat Arlyn belum lancar membaca, ibunya membawanya bergabung ke sanggar belajar School of Life Elroy Semarang. Di sana Arlyn tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga belajar tentang karakter dan sikap doa yang baik. “Pelajaran yang paling aku suka itu tentang Perasaanku,” kata Arlyn. “Karena aku sering emosian, pelajaran itu mengingatkan aku untuk lebih sabar dan mengendalikan diri.”

Sang tutor mengingat jelas perjalanan Arlyn. “Sejak awal, Arlyn sering marah kalau ada masalah dengan teman. Tapi kami terus ajak ngobrol, menasihati, dan memberi teladan. Sekarang dia lebih tenang, lebih ramah dengan teman-temannya,” jelas tutor.

Perubahan itu pun makin nyata. Arlyn kini aktif di gereja, bernyanyi, memimpin doa, bahkan melayani di sekolah minggu. “Sekarang kalau diejek teman aku sudah bodo amat. Rasanya aku jadi lebih lega,” ujarnya dengan senyum.

Bahkan tutornya juga bercerita bahwa saat Arlyn diganggu oleh teman-teman sanggar belajarnya, ia pun mengabaikannya dan lebih memilih diam.

Ibunya pun bersyukur. “Karakter Arlyn jauh lebih baik. Ia suka berdoa, membaca Alkitab, dan melayani. Terima kasih kepada SoL Elroy yang sudah mendampingi anak saya,” kata Ibu Tanti penuh haru.

Tutor School of Life menambahkan, “Harapan kami, Arlyn tumbuh jadi anak yang kuat, berhasil di sekolah, dan menjadi berkat bagi banyak orang.”

Perjalanan Arlyn membuktikan bahwa kasih Tuhan sanggup mengubah luka menjadi kekuatan, dan seorang anak yang dulu rapuh kini tumbuh menjadi pribadi yang membawa terang bagi sekitarnya.

Share berita baik ini yuk!