Anak tunggal seringkali diidentikkan dengan sifat manja dan ketergantungan. Sebuah fenomena yang wajar, mengingat mereka terbiasa mendapatkan perhatian penuh dari orang tua. Namun, dari kisah Vania Qiandra, seorang anak kelas 3 SD yang dulunya sangat bergantung pada orang tuanya, membuktikan bahwa kemandirian bisa dilatih.
Vania Qiandra atau yang biasanya disapa Vania merupakan anak tunggal di keluarganya dan saat ini ia berusia 9 tahun. Di rumah, Vania dikenal cerdas, rajin membantu orang tua, namun sifat manjanya cukup menonjol. Sebagai satu-satunya anak, ia sangat bergantung pada orang tuanya untuk melakukan berbagai aktivitas di rumahnya.
Awalnya, Vania sulit melakukan apa pun tanpa ditemani ayah atau ibunya. Bahkan untuk mengikuti kegiatan belajar di Sanggar Belajar School of Life (SOL) GMIT Efrata Karisin, ia harus selalu diantar dan ditemani. Ke mana pun pergi, Vania ingin orang tuanya ikut, dan keinginannya biasanya harus segera dipenuhi.
Namun, melalui kegiatan rutin di SOL, Vania mulai dilatih untuk lebih mandiri. Para tutor memberikan bimbingan dan motivasi, sementara teman-teman di SOL juga mendorongnya untuk berani. Pelan-pelan, Vania mulai mencoba datang sendiri bersama teman-temannya, tanpa harus selalu ditemani orang tua.
Perubahan ini sangat berarti, Vania kini lebih percaya diri dan berani mengambil langkah sendiri. Ia sudah bisa mengandalkan diri sendiri dalam banyak hal, dan tidak lagi selalu menunggu bantuan orang tua. Perkembangan ini membuatnya menjadi teladan bagi teman-teman di SOL, menunjukkan bahwa sifat manja bisa berubah menjadi kemandirian dengan pembinaan yang konsisten dan dukungan lingkungan yang tepat.
© Copyright 2024
Obor Berkat