Melalui Tangan Anda, Keluarga Ini Bisa Bangkit dan Berkarya Lagi

Melalui Tangan Anda, Keluarga Ini Bisa Bangkit dan Berkarya Lagi 

Kami mengucap syukur atas setiap Mitra yang setia mendukung program Pengentasan Kemiskinan bagi keluarga-keluarga yang berjuang. Karena dukungan Anda, satu keluarga di Tanah Merah kini kembali memiliki harapan, melalui warisan usaha kecil yang nyaris mati.  

Usaha membuat ikat pinggang dari kulit sintetis adalah warisan turun-temurun yang dijaga oleh Pak Hendri. Sejak 2018, ia dan istrinya, Ibu Nina Nurhasanah, menekuni usaha ini untuk mencukupi kebutuhan hidup dan membesarkan anak semata wayang mereka, Khaira. 

Namun di tahun 2022, cobaan berat datang. Khaira mengalami kecelakaan yang membuat matanya tertusuk gunting. Sejak itu, ia harus menjalani perawatan jangka panjang, dan sebagian biaya pengobatan tidak dapat ditanggung oleh BPJS. Seluruh tabungan keluarga pun habis demi kesembuhan Khaira, hingga usaha mereka terpaksa berhenti total. 

Titik terang mulai tampak saat Khaira masuk ke PAUD Super5 OBI Tanah Merah di Juli 2024. Dalam pertemuan orang tua murid, Ibu Nina terpilih sebagai kandidat penerima bantuan UMKM. Setelah melalui proses asesmen, pada Januari 2025 mereka menerima mesin jahit, bahan baku produksi, dan semangat baru untuk bangkit. 

Lima bulan setelah memulai kembali usahanya, keluarga ini kini meraih omzet Rp5–7 juta per bulan dan telah mempekerjakan dua orang karyawan. Ikat pinggang buatan mereka dipasarkan ke berbagai pasar tradisional dan event malam di sekitar Jakarta. Hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan keluarga, biaya kontrol mata Khaira, membayar karyawan, serta menabung untuk masa depan anaknya. 

“Bersyukur melalui PAUD dan UMKM OBI, usaha kami bisa bangkit,” ujar Pak Hendri. 

Meski berbeda keyakinan, Pak Hendri membuka hatinya untuk menerima doa. Ia percaya bahwa usaha ini bukan hanya untuk keluarganya, tapi bisa jadi saluran berkat bagi orang lain. 

Terima kasih Mitra OBI,  

karena kasih Tuhan yang nyata lewat dukungan Anda, satu warisan yang hampir hilang kini jadi sumber pengharapan bagi lebih banyak orang. 

Share berita baik ini yuk!