Di sekolah, di rumah, bahkan di lingkungan sekitar—Riski lebih sering diam. Kalau tidak diajak bicara duluan, anak laki-laki 9 tahun ini hanya menunduk dan tersenyum kecil. Apalagi kalau bertemu orang baru, Riski seolah menarik diri. Ia pemalu, pendiam, dan sulit bergaul.
Padahal, Riski sangat aktif saat bermain bola. Di pelajaran olahraga, ia selalu semangat dan cepat tangkap. Tapi ketika masuk ke pelajaran lain atau harus berdiskusi, Riski kembali jadi anak yang lebih suka menyendiri.
Sampai akhirnya, Riski ikut sanggar belajar School of Life (SoL). Di sana, ia bukan hanya belajar pelajaran sekolah, tapi juga belajar tentang diri sendiri. Saat masuk ke materi Self Awareness: Who Am I?, Riski mulai mengenal dirinya lebih dalam. Ia baru sadar kalau sikap tertutup bisa membuatnya sulit berteman dan sulit belajar.
Sedikit demi sedikit, Riski mulai berubah. Ia mulai berani angkat tangan untuk bertanya, mulai mau menyapa lebih dulu, dan mulai bisa ngobrol dengan teman-teman. Hal ini langsung disadari oleh Indah Sukowati, tutornya di SoL. “Sekarang Riski lebih ceria dan aktif. Ia juga makin semangat ikut pelajaran,” katanya.
Perubahan ini juga sangat terasa bagi ibunya, Sudarmi. “Dulu kalau saya nggak ajak bicara duluan, dia diam saja. Sekarang malah bisa cerita duluan,” ucapnya haru.
Kini, Riski bukan lagi anak yang selalu diam di pojok ruangan. Ia mulai membuka diri, tidak malu berbicara, dan bahkan sudah mau membantu teman-teman yang kesulitan.
Perubahan ini bukan karena paksaan, tapi karena ia belajar mengenal siapa dirinya dan apa yang bisa ia ubah. Sebuah langkah kecil yang membawa perubahan besar—dan mungkin, awal dari masa depan yang lebih cerah bagi Riski.
© Copyright 2024
Obor Berkat