Krista dan Perjuangannya Mengenal Huruf

Krista Limbong, anak kedelapan dari sembilan bersaudara, adalah seorang siswi kelas 3 SD yang tinggal di Tanete. Gadis kecil ini terdaftar sebagai anak binaan School of Life (SoL) di GBI Nafiri Sion. Ayahnya seorang petani, dan dalam keseharian, Krista sering membantu orang tua dengan menjaga adiknya saat mereka pergi ke sawah.

Namun di balik semangatnya membantu keluarga dan rajinnya ia ke sekolah, Krista menghadapi tantangan besar dalam hal pendidikan. Hingga usianya kini, Krista belum mampu membaca dan menulis. Hal ini bukan karena kurang kemauan, melainkan karena minimnya bimbingan di rumah. Orang tua Krista sendiri tidak bisa membaca dan menulis, sehingga tidak mampu mendampingi Krista dalam belajar. Akibatnya, Krista sempat tidak naik kelas dan merasa malu dengan kondisi tersebut.

Perubahan mulai terjadi ketika Krista mengikuti pembelajaran di SoL. Melalui materi bertema “Tanggung Jawab dan Mengenal Perasaan,” Krista mulai termotivasi. Para tutor di SoL memberikan perhatian khusus dengan membekalinya buku cerita untuk dibaca di rumah, sambil terus mendampingi proses belajarnya di kelas. Krista juga diajak untuk mulai membaca Alkitab, serta rutin dipantau perkembangannya.

Kini, meskipun belum sepenuhnya lancar, Krista sudah mampu membaca dan menulis. Semangat belajarnya pun terlihat meningkat. Ia tampak tekun dan tidak ingin tertinggal lagi di kelas. Perubahan kecil ini menjadi awal dari harapan besar bagi masa depan Krista.

Perjuangan Krista adalah pengingat bahwa dukungan, perhatian, dan ketekunan adalah kunci yang membuka pintu perubahan, sekecil apa pun langkah itu dimulai.

2/2

Share berita baik ini yuk!