Putri adalah anak ketiga dari enam bersaudara, putri dari pasangan Benget Marpaung dan Juy Delviana br. Situmorang. Keluarga ini tinggal di Pematang Pao, dan orang tua Putri bekerja sebagai petani. Saat ini, Putri duduk di bangku kelas 1 SMP.
Karena pekerjaan orang tua yang menuntut waktu dan tenaga di ladang, perhatian terhadap anak-anak, termasuk Putri, menjadi terbatas. Putri tumbuh dalam kondisi tanpa pendampingan yang cukup. Ia sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya, dan dari pergaulan itu, mulai terbentuk kebiasaan yang tidak baik—salah satunya adalah berbohong.
Setiap kali ibunya bertanya apakah sudah belajar, Putri menjawab, “Sudah, Ma,” padahal buku catatannya masih kosong. Bahkan ketika dinasehati atau dimarahi, Putri tetap berbohong. Hal ini membuat orang tuanya kewalahan dan bingung bagaimana cara mengubah kebiasaan buruk tersebut.
Perubahan mulai terjadi ketika Putri bergabung dalam kegiatan Sekolah Oase Lansia (SOL) angkatan pertama di GPdI EL-SHADAI. Ia aktif datang bersama teman-temannya, walau di angkatan kedua sempat kurang terlibat. Namun setiap kali hadir, ada perubahan kecil yang mulai tampak. Putri jadi lebih ceria dan mulai bisa membangun relasi yang baik dengan teman-temannya.
Momen yang paling menyentuh dan mengubah hidup Putri terjadi saat pembelajaran SOL minggu ke-3 dengan tema “Aku dan Lingkunganku”. Ketika guru SOL, Miss Delfiana Silaen, menjelaskan bahwa menghormati orang tua adalah bagian dari menghormati Tuhan, Putri mulai tersentuh. Ia merenung dan menyadari bahwa sikapnya selama ini, terutama kebiasaannya berbohong kepada ibu dan guru, telah menyakiti hati Tuhan.
Sejak saat itu, Putri bertekad untuk berubah. Ia mulai jujur, tidak lagi berbohong, dan perlahan-lahan memperbaiki hubungannya dengan orang tuanya.
Ibunya, Juy Delviana, bersaksi, “Saya sempat putus asa. Saya sudah mencoba marah, menasehati, bahkan membujuk, tapi Putri tetap tidak berubah. Sampai saya dengar ada kegiatan ibadah dan pembelajaran karakter di SOL. Saya masukkan Putri ke sana, berharap Tuhan menjamah hatinya. Puji Tuhan, Putri benar-benar berubah. Sekarang ia tidak suka berbohong lagi.”
Miss Delfiana Silaen, salah satu guru di SOL, membenarkan perubahan ini. “Putri adalah anak yang sudah banyak berubah. Sekarang ia jujur kepada guru dan orang tuanya. Ini semua bukan karena kekuatan kami, tapi karena kasih karunia Tuhan. Kami berterima kasih kepada CBN dan SOL GPdI EL-SHADAI yang telah memberi ruang bagi anak-anak untuk bertumbuh dalam karakter dan iman.”
© Copyright 2024
Obor Berkat