Dari Tantangan Menjadi Terobosan: Perjalanan Bunda Tri Menjadi Guru yang Lebih Kreatif

Tri Armiyati (52 tahun) atau yang akrab disapa Bunda Tri merupakan Kepala Sekolah sekaligus guru kelas B di TK Generasi Emas Grace Candra Kencana. Dalam kesehariannya, ia mengajar anak-anak usia dini dengan penuh kasih. Namun perjalanannya menjadi seorang guru PAUD bukanlah hal yang mudah. Bunda Tri pernah berada di titik frustrasi karena kesulitan mengatur kelas yang sering ribut dan tidak fokus saat belajar.

Bunda Tri sudah mencoba berbagai cara agar anak-anak bisa tenang dan memperhatikan pelajaran. Namun, setiap kali ia mulai menjelaskan materi, anak-anak justru sibuk mengobrol satu sama lain. “Saya sudah berusaha dengan berbagai cara, namun tetap saja anak-anak ribut dan tidak fokus,” ujarnya.

Di tengah tantangan itu, Bunda Tri tidak menyerah. Ia terus mencari cara agar proses belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi anak-anak.

Perubahan mulai terjadi ketika TK Generasi Emas Grace mulai menerapkan kurikulum Super5. Kurikulum ini didesain khusus untuk anak usia dini, dengan penyajian visual yang menarik dan kegiatan tematik yang kekinian.

Dengan Super5, Bunda Tri merasa sangat terbantu. Ia tidak hanya lebih mudah mempersiapkan materi, tapi juga bisa menyampaikannya dengan lebih menarik. “Anak-anak jadi lebih fokus dan semangat belajar,” katanya.

Panggung drama boneka seperti “Cerita Super” dan “Penjelajah Super” membuat anak-anak lebih mudah memahami materi. Ditambah lagi dengan aktivitas kreatif yang sesuai tema, suasana belajar menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Baginya, kurikulum Super5 bukan hanya mengubah cara ia mengajar, akan tetapi juga mengubah dirinya sebagai seorang guru. Ia merasa lebih kreatif, inovatif, dan percaya diri dalam mengembangkan talenta mengajarnya.

“Guru adalah profesi yang luar biasa,” ungkapnya. “Melalui kurikulum ini, saya bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak.”

Kini, kelas yang dulu penuh tantangan berubah menjadi ruang belajar yang hangat dan menyenangkan. Anak-anak lebih fokus, semangat belajar meningkat, dan Bunda Tri menemukan kembali sukacita dalam mengajar.

Share berita baik ini yuk!