Dari Amarah ke Lembut Hati: Perjalanan Ellea Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Cordelia Elleanor Yonathan, atau akrab disapa Ellea, adalah salah satu murid TK A di TK Holy Kids Pringsewu. Ia mulai bergabung sejak usia 4 tahun di kelas Playgroup, dan selama dua tahun terakhir, para guru menyaksikan sebuah proses perubahan luar biasa dalam hidupnya.

Tantangan di Awal

Ketika pertama kali masuk sekolah, Ellea menunjukkan sikap yang keras dan sulit mengontrol emosi. Ia sering bersikap kasar, baik kepada teman-teman maupun guru. Pernah suatu ketika, hanya karena tidak sengaja tersenggol oleh temannya, Ellea langsung marah besar. Ia juga pernah membentak guru yang hendak mengajaknya berbicara.

Bagi orang lain, mungkin ini tampak sebagai sikap “nakal” anak kecil. Namun para guru melihat lebih dalam—ada sesuatu di balik amarah Ellea.

Mencari Akar Masalah

Para guru tidak menyerah. Dengan penuh kesabaran, mereka terus mendampingi Ellea, mencoba memahami isi hatinya. Hingga akhirnya, mereka mendapat kesempatan berbicara dengan orang tua Ellea. Dari sang ibu, diketahui bahwa Ellea pernah menyaksikan pertengkaran hebat antara kedua orang tuanya. Suasana penuh amarah yang sering ia lihat di rumah tertanam dalam dirinya dan menjadi cara ia mengekspresikan diri.

Guru dan orang tua kemudian saling bekerja sama—para guru membimbing Ellea di sekolah, dan orang tua berusaha menciptakan suasana yang lebih damai di rumah. Meski tidak mudah, mereka saling mendukung dan saling mendoakan.

Cerita yang Menyentuh Hati

Salah satu momen penting dalam perubahan Ellea adalah saat menonton tayangan Superbook di sekolah. Ia belajar dari kisah-kisah Alkitab seperti “Kain dan Habel” dan “Bagaimana Mengatasi Kemarahan”. Cerita-cerita ini mengajarkan Ellea untuk mengenali emosinya, dan pelan-pelan belajar mengendalikannya.

Guru-gurunya pun secara aktif membimbing, mendampingi, dan berdiskusi bersama anak-anak setelah menonton. Dari sana, Ellea mulai menunjukkan perubahan. Ia menjadi lebih tenang, lebih mau mendengar, dan mulai bisa mengungkapkan perasaannya dengan cara yang lebih positif.

Harapan yang Tumbuh

Kini, Ellea terus menunjukkan kemajuan. Meski sesekali masih butuh bimbingan, ia sudah bisa mengendalikan emosinya jauh lebih baik dari sebelumnya. Guru-guru bersyukur dan bangga atas perubahan ini. Mereka percaya bahwa hati Ellea sedang dipulihkan, dan keluarga pun perlahan sedang dikuatkan kembali.

Perjalanan Ellea adalah pengingat bahwa setiap anak punya harapan untuk berubah—asal diberi kesempatan, kasih sayang, dan kesabaran yang tak pernah putus.

Share berita baik ini yuk!